uncivilization [perusak adab]

Dampak buruk secara psikologis maupun sosiologis akibat dari budaya Materialisme ke Konsumerisme dan menjadi Hedonisme , adalah tergerusnya nilai2 kemanusiaan yg dianut oleh satu masyarakat yang menjunjung adab-adab sebelumnya. Orang hanya menghargai sesama lainnya karena diukur dari materi yang mereka miliki … *tentu sudah tahu kalau hanya soal itu* Tapi saya ingin mengajak anda melihat sisi lain dari dampak kerusakan yang tak disadari

Budaya/perilaku konsumerisme itu gemar ber-ketergantungan untuk mengkonsumi apa saja yang dinilai sebagai sesuatu yang baru , sesuatu yang acapkali bukan menjadi kebutuhan hidup , namun sekedar mengobral / meng-hambur2kan naluri ber-keinginan untuk asal memiliki yang baru

Kondisi tersebut secara kebetulan memang sesuai [match] dengan peradigma pedagang / pengusaha toko yang harus selalu melakukan stock-opname , dimana wajib secara kontinyu memisahkan stock baru dengan stock lama. Stock lama masuk dalam katagori barang afkir untuk bisa di obral dengan harga lebih murah. Stock baru menggantikan posisi yang lama … begitulah patron kerja pedagang atau para pengusaha toko2 apa saja

Selanjutnya adalah Hedonisme , ini adalah satu sifat dari nafsu syahwat yang tidak bisa dikendalikan atau dilarang. Siapapun yang ingin melakukan apa saja dianggap berhak dan sah untuk melakukannya sejauh ‘duit2 gw sendiri’ Tidak peduli bahwa yang dilakukannya itu mencederai etika atau bahkan menyakiti pihak2 lain yang tak mampu ataupun tak ingin berbuat serupa

Nah .. disinilah kaitannya dengan kualitas manusia2 yang terlibat dalam peradaban seperti yang saya urai diatas.

Sebut saja hidup kita berdasarkan jumlah usia yang bisa dicapai dengan parameter2 yg lazim saat ini , katakanlah berkisar 80 tahunan. Namun yang disebut kehidupan disekitar kita itu berlangsung selamanya , tak mengenal jumlah waktu terkecuali karena tibanya hari kiamat. Hidup kita masing2 bagai penggalan kisah2 yang seringkali tercecer , kehidupan mengumpulkan ceceran dari kisah2 yang dibawa oleh setiap orang untuk kemudian disusun dirangkai dijadikan layaknya sebuah ‘adegan’ dalam fragmen kehidupan itu sendiri. Atau lebih mudahnya seperti memahami bagaimana sebuah puzzles yang terdiri dari berbagi serpihan. Itulah Kebudayaan

Paradigma Materialisme > Konsumerisme > Hedonisme … membuat usia orang di konversikan dengan begitu saja untuk menjadi sebatas layaknya kualitas ‘stock baru’ dan ‘stock lama’ seperti yang saya gambarkan diatas. Manusia adalah serpihan2 dari berbagai pengalaman yang dibawa oleh usia2 yang tak bermanfaat dan dianggap tak ada hubungannya antara satu sama lain , mereka sekedar dijadikan objek untuk digerakkan demi kepentingan berhala material , manusia kehilangan daya geraknya sendiri untuk menciptakan peradaban civilization , sebab tak ada ruang untuk mereka berpikir guna mengembangkan gagasan dan merangkainya bersama

Disisi lain yang terjadi adalah “Peradaban Penumpukan Tanpa Peredaran” sebagaimana seringkali dikatakan oleh Rendra semasa hidupnya , kali ini tumpukan dari gerombolan orang2 miskin wawasan , karena mereka hidup di zona kemampatan. Tanpa informasi , tanpa data yang dibawa oleh pendahulu2 nya. Akibatnya mereka semua berpotensi menjadi generasi ‘buta tuli’ , generasi tanpa keterangan dari masa lalu untuk bisa melakukan apa yang harus dilakukan bagi masa depannya sendiri. Lalu , seperti apa yang terlihat kini : “hantam kromo kiri kanan , budaya instan , yang penting tampil beda , lagu Indonesia sekarang begitu2 melulu … dlsb”

Indonesia mau maju melangkah kedepan? … anda atau kita semua harus BERUBAH

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara