FPI atau FPS atau FPA

Bagi saya sama saja , itu artinya : Front Pembela Istri / Suami / Anak sendiri , saya bukan jenis orang yang doyan dengan pro sana ataupun kontra sini , lalu ikutan gembar gembor menghujat atau bahkan mendukung pihak2 lain. Saya menentang cara2 Kekerasan Terbuka namun sama halnya sayapun lebih membenci bentuk Kekerasan Terselubung yg dilakukan oleh orang2 munafik

jangan terpancing , terprovokasi oleh propaganda laten ‘devide et impera’. Yang sesungguhnya terjadi adalah ‘BENTURAN’ antar kelompok masyarakat yang diuntungkan dengan kelompok masyarakat lain yang dirugikan. Antara orang2 yang turut menikmati alam Liberalisasi tak terkendali dengan masyarakat kecil [tradisi lama] yang hak2 atas daulat hidup dan daulat ekonominya tertindas

Anda yang diuntungkan … tentu akan ikut2an menghujat , pembenaran apa saja juga bisa anda gunakan. Saya yang tidak diuntungkan … hanya bisa menatap muram masa depan anak2 saya untuk masih bisa ber-Bangsa

Akhlak dan Moral itu 1 [satu] paket Integral dengan muatan didalamnya yang disebut dengan : mampu mengelola syahwat nafsu [sifat hewani] , sopan santun , tata krama , menghargai hak2 orang lain , menghormati kedaulatan hidup orang lain [keyakinan] dan sebagainya. Itu semua disingkat menjadi ETIKA

Jika ada salah satu perilaku menyimpang yang disebut diatas masih kita lakukan , julukan santri , ustadz , kyai atau sekedar orang alim yang tampak dengan sungguh2 menjalankan perintah2 agama … itu munafik

Akhlak dan moralitas tidak diatur oleh Hukum Negara , tidak ada undang2 yang melarang orang untuk boleh atau tidaknya menjadi munafik. Hukum tidak tertulis yang kita kenal dengan ‘kearifan’ lah yang mengatur itu semua. Dan yang disebut ‘kearifan’ adalah aturan2 yang dibawa oleh tradisi dari setiap masyarakat bangsa. Tradisi itu sendiri berproses secara evolutif , dari tradisi lama menuju tradisi yang baru . Jika tradisi dari satu masyarakat bangsa rusak maka rusak pula nilai2 akhlak dan moralitas dari satu masyarakat bangsa tersebut , Negara tidak akan bisa berbuat apa2

kita tidak tau apa yang tengah terjadi ditataran masyarakat akar rumput , demikian pula mereka yang hanya mampu menatap melalui kemewahan yang dipertontonkan klas sosial-ekonomi lain sebagai refleksi dari kecemburuan , pemicu api dalam sekam. Ikatan ‘rasa’ diantara masing2 golongan klas sosial ekonomi masyarakat telah terpecah , manifestasi gotong royong sebagai benang merah yang menghubungkan tali solidaritas sosial hingga empati kepedulian semakin menipis cenderung punah

jangan sok2an ikut2an menghakimi apa yang terjadi di ‘bawah’ sementara sampeyan tidak merasakan sendiri apa yang mereka alami disana. Benturan sosial yang terjadi dimasyarakat bawah adalah akumulasi dari berbagai masalah yang mengusung problematika sosial dengan dilemasinya sendiri2 yg spesifik

ketika agama digunakan sebagai kendaraan politik , maka agama sudah tidak bisa dipercaya lagi untuk menjadi juru penengah yang adil guna menyelesaikan berbagai masalah … sebab agama telah dikhianati oleh para ulama2nya sendiri.

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara