17 agustus 1945 – 2013


Menyambut Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Soekarno menyebut Romantik Dinamik dan Dialektik , romantik itu penjelasan tentang ‘sebuah bangsa yang tidak boleh & tidak akan pernah bisa melupakan sejarah bangsanya sendiri’ , Lalu apa itu dinamik dan dialektik serta bagaimana penjelasan dalam konteks kekiniannya

Kita harus tetap ‘satu dan bersaudara’ , itu dalam penjelasan awal ttg Romantik diatas. Lalu bagaimana dengan Dinamik? … kita harus berpikir progresif tentang berbagai hal , tentang apa saja yang berhubungan dengan perubahan yang akan terjadi disetiap saat dan disetiap waktu . Tentu pemahaman setiap orang dalam menempatkan skala prioritas perubahan
serta apa yang dimaksud dengan perubahan tersebut tidaklah mungkin akan selalu sama.

Karena itu pula Bung Karno menyebut akan perlunya Dialektik. Sedangkan Dialektik itu sendiri hanya bisa terselenggara dengan baik apabila setiap orang punya standar kemampuan/kapasitas untuk berbicara dalam konteks berbeda pandangan ataupun berbeda pendapat. Pengertian tentang Standar kapasitas/kemampuan disini adalah : argumentasi harus disertai empirical fact atau fakta empirik yang menjadi landasannya.

Nah … sulit kan? jika banyak diantara kita yang memang berbeda pandangan dan pendapat , serta berupaya untuk membangun budaya dialektika yang berkualitas … namun miskin atau tidak dilengkapi dengan fakta empirik sebagai dasar ber-argumentasi. Anda bicara tentang argumentasi namun berdasarkan buku2 yang menjadi gudangnya teori? … kaga nyambung jek!

Tapi yang jauh lebih penting bagi saya sekarang ini adalah : kenapa harus merasa ‘bermusuhan’ jika saya mengkritisi dengan ‘tajam dan pedas’ seseorang yang notabene adalah teman dekat atau sudah seperti sahabat kita sendiri. Atau saya balik … mengapa harus menyetujui satu pemahaman yang keliru/salah , supaya kita tidak melukai hati teman/sahabat kita sendiri

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara