peradaban sipilisisasi

Negara yang tidak hadir … ini kalimat penjelasan tentang pemerintah yang tidak berfungsi untuk mengatasi persoalan yang muncul di-tengah2 masyarakat. Ada banyak hal yang bisa kita bahas disini , baik itu persoalan kita sendiri atau persoalan kita bersama di-tengah2 masyarakat .

Apa persoalan kita sendiri? dan seperti apa persoalan kita bersama? , kalau tidak mampu mendeskripsikan dengan jelas , bagaimana bisa kita menyelesaikan persoalan … wong persoalan itu sendiri ‘dihadapan kita’ juga nggak jelas

Penyelesaian dari berbagai permasalahan [dalam bermasyarakat] itu juga melalui cara2 yang dikenal dengan sistim rekayasa sosial. Sedangkan rekayasa sosial itu bukan hanya urusan pemerintah , rekayasa sosial hanya bisa terjadi > ketika tersedia fasilitas dan kebijakan yg bersifat top down , lalu dijawab oleh kepatuhan karena kesadaran akan kebutuhan dari masyarakatnya sendiri > bottom up. Itu yang dipahami sebagai DIALEKTIKA antar regulator dengan partisipan regulasinya sendiri.

Yang terjadi sekarang ini adalah : pemegang mandat regulatornya impoten , masyarakatnya sendiri mengidap ‘sipilis’

Kualitas peradaban itu juga empiris dengan kualitas kebudayaan manusianya. Dan kebudayaan yang kacau [‘sipilis’] itu dimulai dari kebingungan untuk memahami lalu menempatkan “subyek obyek predikat keterangan dan pelengkap” , menjadi disorientasi makna

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara