paradigma moral

ini tentang paradigma MORAL … saya tak habis pikir kenapa moral hanya dikaitkan dengan anggapan orang lain terhadap kita sendiri , tidak ada kaitannya dengan manfaat yang bisa dipetik bagi diri sendiri , seolah moral itu hanya urusan yang adanya berada diluar sana , diluar urusan badan kita

Ekspresi tentang rasa kecintaan kita terhadap apa saja selalu melalui ruang2 moralitas dari setiap orang yang sedang terlibat dengan persoalan2 didalamnya. Baik itu kecintaan yang berkadar asmara maupun kecintaan pada sesuatu yang lebih luas serta universal

Kualitas dari ekspresi cinta atau kecintaan dalam hubungan asmara , juga selalu paralel dengan pemahaman seseorang dalam memaknai nilai2 moral yang saya sebut diatas. KUALITAS MORAL tidak ditentukan oleh wujud dari fisik seseorang , sebab moral tidak bisa disentuh , moral hanya bisa dirasakan menjadi satu ANUGERAH didalam kalbu setiap orang yang mampu memahaminya dengan baik.

Ketika seseorang menyentuh jemari pasangan yang dia ‘ingini’ , kualitas moral akan bicara. Apakah yang dirasakan kemudian hanya sebatas gesekan kulit dari jari dan tangan , ataukah ada getaran misterius yang diakibatkan karena adanya kontak bathin diantaranya keduanya. Saya nggak habis pikir … bagaimana jaman yang semakin modern sekarang ini justru paradoksal dengan kesadaran setiap orang dalam meningkatkan kualitas moralnya masing2 .

” … saya ingin kamu , saya mengingini cintamu” ; katanya … koq bisa ya?! MORAL koq dipindah tempatnya , dari ruang2 bathin untuk menjadi satu dengan masalah2 lain yang berkadar transaksional didalam otak kepala yang berdimensi exacta.

Katakanlah ada yang menyebut : “ini alam modern .. ” ; oke … lalu nikmatnya dimana? . Sejak dulu saya tidak pernah bisa meniduri atau bahkan ditiduri perempuan jika tak ada keterlibatan ‘moral’ yang melahirkan keinginan untuk berhubungan badan. Kalau mau transaksional ya langsung saja bayar pelacur atau carilah gigolo diluar sana … selesai lalu pulang , beres urusan!

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara