2014 jangan pedagang!

Pedagang itu bukan fungsi untuk menjadi Pemimpin Masyarakat , tapi untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Sedangkan roda perekonomian juga harus diatur dan dikelola melalui Hukum lewat per-undang2an yang berlaku dan disepakati agar tidak semerawut berjalan dengan cara2 seenaknya sendiri seperti yang terjadi sekarang ini. [modal/duit mengatur segala2nya]

Siapa yang berwenang untuk menciptakan Hukum agar bisa disepakati oleh semua orang termasuk para Pedagang diatas? … yaitu yang disebut dengan Politisi , tugas politisi itu untuk menampung segala apa yang menjadi kehendak masyarakatnya agar bisa dituangkan dalam bentuk Hukum yang tertulis [bersifat baku]

Tugas seorang Pemimpin Masyarakat adalah semacam pelaksana dari Arsitek Kebudayaan yang ditunjuk oleh tokoh2 masyarakat , untuk mengawal perjalanan Ideologi dari Kebudayaan yang hendak dibentuk serta harus dirawat

Pertanyaan klasik saya … siapa sih yang menunjuk dan memilih para politisi2 hingga mereka berhak untuk mengatas-namakan kepentingan masyarakat? … bukankah masyarakat sendiri yang memilih mereka? , bukankah itu juga berarti bahwa “kualitas” para politisi mencerminkan kualitas dari para pemilih2nya sendiri?.

Mari berkaca dicermin jernih … tuh , belang bonteng dari wajah kita sendiri , jangan dipoles melulu! , sudah mau busuk masa sih masih nggak tau. Bila kita atau masyarakat sendiri sudah menyadari dan tidak akan ter-kaget2 dan ter-heran2 lagi karena jumlah mayoritas politisi perilakunya sudah sesuai dengan yang diharapkan … itulah kunci dari PERUBAHAN

Namun , selama masih terus bergantung dengan harap2 akan ada tokoh yang hebat akan muncul sebagai pemimpin yang ideal … itu sama artinya dengan legenda Satrio Piningit yang akan diturunkan dari langit oleh Tuhan. Emang Tuhan punya kendaraan merek apa buat mengantarkan satria tsb

Masyarakat kita sudah cerdas bahkan sudah sangat cerdas , kata politisi. Bah! .. itu tipuan muslihat untuk mencari muka agar masyarakat tetap terlena & akan bodoh selamanya.

O .. ya , jangan memilih Pedagang untuk jadi Pemimpin , sebab mereka pada umumnya Tuna Budaya dan hanya berpikir tentang segala hal yang bernilai ekonomis untuk dijadikan sebagai obyek transaksional. Naluri pedagang tidak punya urusan dengan ATURAN yang mengikat dan membatasi , mereka terlahir untuk men-siasati keadaan.

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara