musik paha & dada

saya tidak butuh julukan2 , saya warga Indonesia biasa yang masih bermoral dan berkepentingan untuk menjaga kedaulatan profesi hingga kedaulatan hidup dinegara yang juga menjadi milik kita bersama. Tak perlu gentar dan tak perlu merasa ‘takut’ untuk mengatakan jurnalis/wartawan musik sekarang ini banyakan tololnya daripada pinternya. Musisi2 sekarang ini kebanyakan oportunisnya daripada mentaati kewajiban sebagai insan2 yang menjunjung martabat dari dunia seni.

Itu semua karena SENI telah direduksi maknanya menjadi sebatas sarana hiburan kelangenan. Hiburan dengan jenis seperti itu hanya punya satu arah tujuan … nafsu kekuasaan material sebagai sarana penghubung syahwat birahi yang melibatkan buah dada hingga celah selangkangan diantara kedua belah paha

Kita akan menjadi bangsa yang ikut tolol jika terus2an berdiam diri saja melihat perilaku2 yang sudah jelas2 mengatasnamakan SENI namun pada kenyataannya menjadi seleb2 yang akrab dengan pelanggaran moral bahkan hukum untuk urusan2 yang terkait dengan alat KELAMIN

Jangan mengurusi apa yang tak terjangkau kemampuan , serahkan saja pada ahlinya. Kritisilah lingkungan terdekat yang ada disekitar kita sendiri. Saya berdiri disini , didunia nyata maupun maya … ini dadaku mane’ dade’ elu!

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara