mabok darat laut dan udara

lama kelamaan kita akan capek sendiri karena jenuh menghadapi datangnya persoalan2 baru yang bertubi , namun tidak segera memiliki kemampuan untuk mengatasi.

Yang satu datang yang kemarin masih menumpuk belum terselesaikan , yang baru datang lagi yang lama sudah keburu basi. Basi itu bukan berarti sudah tidak perlu dipikirin lagi … basi itu selalu melahirkan bakteri dan virus2 baru yang berkembang biak menjadi masalah2 barunya tersendiri lagi … mabok , mabok deh elu

Orang sering mudah mengatakan : “solusinya dong! Solusinya apa? … jangan asal mengeluh dan protes melulu” ; katanya.

Nih solusi saya : Jangan berkutat dimasalah pragmatisme yang sudah semerawut nggak keruan. Berpikirlah ditataran idealistik , baru kemudian menata kembali langkah2 praksisnya. Orang kalau ‘ngotot’ berkubang di pragmatisme yg sudah semerawut itu seperti layaknya : “sudah tau disitu banyak buaya [sarang buaya] , masih juga mau mancing ikan dipinggiran menggelar tikar sambil ngopi & nge-teh pesiar bareng sanak keluarga”.

Awas! ada buaya jahat! ; serunya.

Bukan buayanya yang jahat ‘jek , entenya nyang ngapain deket2 sama buaya. > MINDSET

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara