udah bagus nggak gw sambit

Peran dan fungsi seniman itu beda tipis dengan ulama. Mereka sama2 bersandar pada nilai-nilai Keindahaan yang Ilahiah , sebagaimana setiap orang yang beragama meyakini bahwa keindahan yang sempurna hanyalah KEINDAHAN Sang Maha Pencipta Keindahan itu sendiri.

Jika sandaran ulama kepada kitab2 suci agama , maka sandaran seniman lebih kepada keindahan-keindahan yang bersifat duniawi. Namun esensinya tetap sama , yakni: Tidak ada KEINDAHAN tanpa didukung oleh KEJUJURAN , tidak ada kejujuran yang baik tanpa dilengkapi KEBENARAN , tidak ada kebenaran yang baik tanpa kebenaran Tuhan Yang Maha Esa , berkesenian adalah meng-agungkan nilai2 ber-ke-Tuhanan itu sendiri

Seniman wajib jujur , kejujuran seniman harus benar berdasarkan fakta , fakta yang menjadi kebenaran seniman tersebut harus fakta sesuai dengan kebenaran yang HAKIKI … Bukan seniman namanya kalau ngomongnya plintat-plintut , mengsla-mengsle , ikut2an berpolitik dengan cara2 bersiasat yang memang wajar dilakukan oleh peran2 dan fungsi2 yg lain

Kalau para agamawan yang masih waras seperti Said Aqil Siroj , Romo Muji Sutrisno atau bahkan Syafii Maarif dalam menyikapi situasi dan kondisi seperti sekarang ini , bicaranya saja sudah keras dan lantang … apalagi seniman seperti saya.

Udah bagus masih nggak gw sambit pake sendal bakiak

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara