etika ekonomi

pada intinya … hidup itu adalah kehidupan untuk mengelola ekonomi. Hidup perlu materi , karena kehidupan adalah aspek pendistribusian dan transaksi. Namun cara2 berekonomi dibangun dari berbagai pembelajaran2 yang pernah terjadi dimasa silam hingga akhirnya dirumuskan menjadi aturan-aturan yang bersifat baku. Tidak bisa disamaratakan antara perilaku sosio-ekonomi dengan perilaku binatang ekonomi.

Binatang ekonomi itu sebutan bagi pelaku ekonomi yang tuna budaya , alias tidak mengenal etika , tidak mengenal batas2 kepatutan selain menyembah kesempatan / opportunity secara membabi buta.

Haruslah berani secara jujur ketika menemukan fakta bahwa kita sendiripun secara sengaja ataupun tidak sengaja , juga menjadi bagian dari lingkaran konspirasi jahat diatas , lalu dengan jiwa kesatria secara bertahap berupaya untuk melepaskan diri dari jerat lingkaran setan diatas

Anda gelisah? … berdoalah , untuk apa anda beragama dan menyembah Tuhan jika masih takut menolak bisikan setan. Disinilah definisi dari penjelasan tentang sebutan munafik dan tidak munafik untuk meraih kesejahteraan lahir dan bathin.

Jangan suka memanfaatkan golongan ekonomi yg lebih lemah dan memojokkan mereka dengan berlindung a/n profesionalisme. Profesionalisme itu dibangun dari kesetaraan yang menghormati hak-hak kedaulatan dan martabat orang lainnya. nah .. ini yang disebut wilayah abu-abu , kearifan dari masing2 komunal masyarakat untuk meletakkan etika / wilayah kepantasan yang untuk ditaati.

“ahhh … jangan serius2 amat lah” … ; begitulah selalu gaya orang2 yang tidak mau ditelanjangi isinya , mereka sungguh cerdik untuk tidak mau digiring ke area dialektika runut & terbuka. Senjata utama mereka adalah berdialog dng cara2 gerombolan. Target yang ingin mereka capai adalah “advertorial terselubung” . Saya kutip satu kalimat dari rekan Yanuar Rizky untuk konteks yg berbeda , namun sama makna:

“pertanyaan yang mengarahkan jawaban ke satu titik dan ditunggu satu kata, satu kalimat, dan satu frasa yang bisa dicomot… ”

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara