keseimbangan moral

Kebaikan dikenal karena ada Keburukan disampingnya … ini hukum alam

Anda tidak akan mampu menjadi orang yang berperilaku baik jika tidak bisa mendefinisikan secara jelas mana yang disebut perilaku buruk [tidak harus menjalani terlebih dahulu sebagai orang yang berperilaku buruk baru akan tau mana yang baik] . Cukup dengan membaca atau langsung belajar dari pengalaman2 yang pernah terjadi pada orang lain.

Namun setelah mampu mendeskripsikan sifat-sifat dari kedua hal diatas , diperlukan kemampuan berikutnya untuk mengelola keseimbangan2 dalam jiwa masing2 agar kepekaan serta daya sensitivitasnya tetap terasah & tajam. Bahasa sederhanya saya: “nakal nakal dikitlah” , layaknya berjalan diatas tebing sambil sebelah kaki terkadang diletakkan mengambang diatas jurang yang curam. [tentu saja harus hati2 jangan sampai kecemplung beneran]

Setiap orang punya versi dan caranya masing2 yang akan dipakai sebagai metode untuk mengelola keseimbangan yang saya maksudkan diatas. Misalnya: Ada yang gemar menggoda perempuan atau laki2 , sekedar untuk menemukan kepastian apakah dirinya masih setia kepada pasangannya. Pada umumnya setiap orang akan merasa menyesal bila telah mengkhianati pasangannya. Nah … ini jenis yang sengaja nyemplung atau terlanjur kecemplung jurang , dimana upaya2 untuk memanjat kembalinya juga butuh kerja keras dan pengorbanan yang setimpal. Ada yang cukup nyenggol2 jurang , karena cukup dengan begitu saja sudah melahirkan rasa was-was yang mengasah kepekaan jiwanya.

Saya sendiri bukan typical yang doyan menggunakan perempuan sebagai obyek untuk mengasah kepekaan. Saya cenderung nyeleneh untuk melakukan antitesa pada teori2 hipotesa sintesis yang berkecenderungan membelenggu dan mapan. Nyeleneh itu bahasa yang dipahami orang ketika ada seseorang lainnya yang berpikir diluar kotak

Setiap orang pasti melewati prosesnya sendiri2 , manusia adalah makhluk labil yang sarat dengan ketidak pastian , keraguan2 yang harus dikelola agar selalu kembali bersandar disudut minimalis. Artinya … jangan terkecoh mata , percaya begitu saja kalau melihat ada seseorang yang tampak mendekati sempurna , seolah paling baik , pasti tak akan sedikitpun melakukan tindakan yang tercela … bohong besar itu , hanya orang mati yang jarum penunjuk mesin keseimbangannya sudah berhenti

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara