apa produk budayamu? pinter ngomong doang?

Orang Indonesia itu jangan sampai kehilangan rasa unggah ungguh , harus rendah hati yg mencerminkan sifat2 yang ramah tamah , jangan membicarakan aib keluarga sendiri apalagi aib orang lain , jangan ribut2 bertengkar dimuka umum karena itu nggak pantas , harus menjunjung tata-krama yang berlaku , menjaga nilai2 kesopanan yang dicontohkan oleh para orang tua dan seterusnya … apakah ada yg salah dengan itu semua?

Kebiasaan2 yang dijalani oleh orang2 yang hidup dijaman doeloe dengan segala persoalan yang ada dijaman itu melahirkan perilaku2 dan kebiasaan2 yang juga disepakati oleh mereka semua yang hidup dijaman doeloe , dan sebutan jaman doeloe itu artinya : yang namanya Indonesia belum ada & belum lahir. Tentu saja sesuai dengan konteks persoalan2 yang ada di jamannya maka paradigma budaya yang saya uraikan diatas tersebut 100% baik dan cocok semua , nyaris sempurna.

Masalahnya adalah : ketika memasuki alam modernisasi , maka yang disebut modern itu bukan hasil ciptaan orang2 Indonesia dijaman doeloe. Segala sesuatu yang kita pahami dengan modern itu adalah produk budaya modern dari bangsa2 lain yang paradigma se-gala2nya tidak sama dengan orang2 jaman doeloe yang hidupnya di bumi Nusantara / Indonesia. Kita pengen modern tetapi nggak punya modal untuk menjadi modern , sebab kebudayaan kita memang belum menghasilkan produk2 yang bisa disebut modern.

Kita menjadi modern dengan meminjam ‘baju dan kendaraan’ milik orang lain atau ciptaan orang lain. Segala sesuatu yang diciptakan itu selalu punya riwayat tentang proses2nya sendiri , selalu kontekstual dengan hal2 apa saja yang berhubungan dangan alam dan manusia2nya. [jenis bahan2 konsumsi melahirkan pola/gaya hidup dst]

“Kembali keatas” , kalau kita ingin merawat dan mempertahankan watak serta sifat2 yang diwariskan dari para leluhur diatas , ya seyogyanya harus dilengkapi dengan memperlakukan alam serta merawat tradisi baik yang masih dianggap baik / perlu dipertahankan , lalu secara bertahap tapi pasti mulai bikin produk sendiri , produk apa saja , sebab produk bikinan sendiri itu akan punya riwayat proses2nya sendiri yang sesuai dengan kebiasaan2 pola hidup kita sendiri. Contohlah orang Jepang / China dll. Jangan kita berharap bisa tetap meng-aktualisasikan nilai2 tersebut diatas sementara life style , kebutuhan hidup dll , sudah 100% tidak sama , atau mem-bule2 kan diri.

Bagaimana mungkin seekor capung mau dipake’in jacket biar nggak kedinginan karena dia mau kita pindah untuk hidup di amerika. Atau bagaimana bisa sekumpulan gajah afrika mau kita pelihara ditaman safari puncak , ya hidup sih bisa hidup … beranak pinak sih beranak pinak , tapi menciut , otaknyapun juga mengecil

Motto yang ingin saya sampaikan disini : Saya tidak ANTI ASING , tetapi ketika ada produk asing yang bisa dimanfaatkan karena sesuai dengan kebutuhan hidup kita … maka harus berkesadaran untuk BIKIN sendiri , REKAYASA , MODIFIKASI agar bisa sesuai dengan karakter kita sendiri.

Produk apa saja itu selalu mewakili karakter si manusia pembuatnya , nah bicara karakter yang dihasilkan dari produk budaya , akan menopang karakter2 yang diperlukan dan dibutuhkan diberbagai bidang lainnya … POLITIK? HUKUM? , ya dari sinilah sumber MATA AIR nya

Apa produk budaya Bung Karno? … Negara dengan konsepsi2 yang jelas , apa produk budaya Soeharto? … swasembada pangan dll , apa produk budaya presiden2 berikutnya? … NGUTANG dibanyakin , mengapa bisa demikian? . Karena manusia Indonesia mengalami degradasi karakter hingga disorientasi karakter , sebab nggak bikin apa2 kecuali mengkonsumsi apa saja

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara