takut dunia tapi mau sorga


“Kenapa Kebudayaan lebih penting dari Agama” … ini sudah pertanyaan yang salah [mindset] , sebab sudah keliru di tataran dalam memahami sejarah [peradaban manusia] , Namun orang yang keras kepala tetap saja akan ndablek biarpun sudah benjut2 kepalanya.

Kebudayaan yang didalamnya dikelola oleh berbagai ketentuan Tata-Budaya , pada esensinya bisa terbentuk karena berhasil merumuskan tata-kelola KEHIDUPAN yang baik , berkat “DiALEKTIKA” antar manusianya dengan alam yang ada dilingkungan hidup mereka masing2.

Dialektika tersebut melahirkan ilmu untuk memproduksi alat2 penopang bagi kebutuhan hidup , alat2 yang sesuai dengan tuntutan2 dari kondisi di alam sekitarnya. [pasti kompatibel karena tidak mungkin bisa jika itu mencederai alam sekitarnya , contoh: petani yang berkesadaran harus merawat hutan agar suply mata air terjaga] . Lalu paradigma tersebut yang kemudian membidani apa yang disebut dengan KARAKTER manusia. [karakter itu produk dari kebiasaan2]

Artinya , karakter tidak terpisah dari aktivitas manusia dengan alam. Karakter yang dibutuhkan oleh bangsa ini juga tidak bisa di produksi di bangku sekolah atau di rumah2 tanpa ada interaksi yang nyata dengan hal2 yang saya sebutkan diatas , itu doktrin namanya atau bahkan dogma. Karakter itu implikasi dari hasil/riwayat berproses ketika manusia menghasilkan sebuah produk yang nyata.

Lalu dimana posisi agama? … Agama menjadi pilar sandaran dari setiap Kebudayaan manusia , ketika manusia berinteraksi dengan alamnya untuk menemukan KEBENARAN yang hakiki / Illahiah , sesuatu yang pasti [baik dan buruk secara definitif]

Judul status : Kenapa Kebudayaan lebih penting dari Agama … bermaksud untuk bisa menjelaskan dengan bahasa awam yang mudah dicerna dikeseharian , agar orang tidak menjadi salah kaprah untuk memperdebatkan ” agama itu bukan produk budaya” dan seterusnya. Jelas bahwa agama itu bukan produk budaya dalam artian ‘merendahkan’ keberadaan agama.

Agama menjadi pilar bagi bisa tegak dan berdirinya satu Kebudayaan manusia yang ber-beda2 [karena perilaku alam juga berbeda sesuai dengan wilayah geografisnya] Manusia bertengkar bukan soal agamanya , tapi demi kepentingan Kebudayaan-nya masing2 . Perebutan lahan EKONOMI yang digerakkan oleh aktivitas ber-Politik dan Hukum2 buatan manusia.

Artinya , ketika terjadi pengingkaran2 terhadap nilai2 yang Illahiah … maka seyogyanya KEBUDAYAAN lah yang menjadi filter terlebih dahulu untuk menghadapi permasalahan tersebut , bukan langsung ke AGAMA.

Itu yang juga dipahami … AGAMA jangan di seret2 memasuki wilayah PRAKSIS Politis serta Pragmatis bagi urusan manusia mengelola sesama manusia lainnya. Sudah pasti akan berujung di “agama saya yang paling baik apalagi mayoritas , agamamu buruk apalagi karena minoritas” dan seterusnya …. itu pisau dan darah

Banyak saya temui … orang2 yang kurang peduli pada urusan2 KEBUDAYAAN , namun mereka begitu intens dengan urusan agama . Apa artinya itu bagi saya? Artinya tanpa sadar mereka adalah orang2 yang SELFISH , yang hanya memikirkan dirinya sendiri untuk bisa masuk ke sorga ketika mati kelak. Takut dunia tapi mau sorga? … mana bisa nonton bioskop nggak beli karcis

jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara