buang egomu … preet!

“Hidup itu nggak boleh EGOIS” … ini kalimat bijak , tapi sarat perangkap menjebak. Egois itu harus diletakkan pada konteks persoalannya masing2.

– seorang calon kreator harus memelihara ego untuk melahirkan karya , ego calon kreator harus menemukan pembenaran kolektif untuk disepakati. Kalau ternyata tidak bisa disepakati , artinya egonya itu tidak membawa manfaat bagi orang banyak … barulah ego tersebut kudu diredam.

– manusia itu makhluk sosial , yang disebut makhluk sosial itu tidak hidup sendiri , namun hidup saling berketergantungan dengan orang lain. Setiap orang harus saling berbagi , dan cara berbagi yang paling fundamental adalah berbagi pengalaman baik maupun buruk. Pengalaman yang baik cenderung mudah untuk di obral a/n berbagi , sebab dia membuat hati jadi senang. Namun pengalaman yang buruk koq maunya di-tutup2i , sebab dia cenderung untuk melahirkan rasa malu s/d rendah diri. Padahal pengalaman yang buruk itu lebih berharga dibandingkan yang satunya. Ini perilaku narsis orang tua

“sudahlah … jangan ungkit2 masa lalu” … preet! mau gagah2an aje elu

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara