ruh tanpa jasad

Selalu saja kita baru memandang perlu untuk menemukan akar persoalan jika segala sesuatunya telah terakumulasi menjadi blunder yang penuh dilema. Lalu situasi tersebut akan memunculkan penyakit lama saling bertikai sambil mengusung dalil2 dan teori setiap pihak yang berbeda. Ditataran inilah saat ini kita memperdebatkan argumentasi pembenaran masing2 yang meletihkan. Saya sebut meletihkan karena hal tersebut tidak menjawab kebutuhan perangkat kognisi untuk menghadapi gempuran dari tantang2n baru yang datang setiap hari dan detik

Seperti diombang-ambingkan oleh gelombang ruang dan waktu yang berbeda kepentingan , bahkan acapkali praksisnya tak bersinggungan antar satu dan lainnya. Saya sebut ‘praksis’ karena orang hanya berpikir ditataran pragmatis. Yang membuat semua orang mau tak mau larut didalam arus mainstream , berhadapan dengan kebutuhan pragmatisme yang serba harus instan

Hari2 ini orang baru menengok untuk bicara Kebudayaan , apa itu Kebudayaan … “o kebudayaan itu ternyata bukan pagelaran” atau hirup pikuk acara2 seremonial yang membuat hati menjadi bungah karena banyaknya produk2 budaya yang dianggap membanggakan. Sungguh sebuah berita ironi menerima kenyataan ingin menjadi bangsa modern namun terputus dari akar kebudayaan yang harus disepakati & dirawat agar bisa menjadi modern. Modernitas tanpa Kebudayaan? sungguh absurd … bagaimana bisa ruh tanpa jasad bisa eksis didunia?

Kebudayaan Indonesia sampai hari ini hanya berkutat dipermasalahan Politik dan Ekonomi … itu artinya : politik untuk berekonomi dan ekonomi hanya untuk berpolitik. Demikianlah rotasi kebudayaan yang miskin diatas selama ini ber-putar2 untuk mencapai titik jenuhnya , chaotic! . Bangsa ini seperti sedang membangun zombie2 Indonesia

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

One Response to “ ruh tanpa jasad ”

  1. appreciate for you

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara