manusia bukan malaikat?

Manusia bukan malaikat , karena itu manusia tidak ada yang sempurna. Begitulah bunyi kalimat yang sudah terjungkir balikkan maknanya , dijadikan alasan bagi satu pembenaran perilaku. Manusia bukan Malaikat sudah jelas & tidak perlu dibahas lagi , kalimat itu muncul untuk digunakan ketika kita sudah dengan sekuat tenaga berusaha untuk tetap berada dijalur rel yang benar , tetapi hasilnya belum terlihat maksimal juga. Jadi artinya , ada persayaratan2 yang harus dilengkapi terlebih dahulu untuk bisa mengatakan “saya sudah berusaha sekuat tenaga”

Point sebenarnya adalah : masihkan kita konsekuen untuk patuh kepada kesepakatan dalam menentukan tentang ‘sesuatu’ itu bisa disebut baik atau buruk? … ini masalahnya. Ketika kita mencla mencle lalu hanya bersandar pada kebenaran pragmatik [karena kepentingan sesaat] , maka apapun alasan2 yang hendak digunakan , selalu akan ditempuh lewat segala macam cara yang pada intinya upaya memanipulasi makna. Dan ketika MAKNA sudah termanipulasi … maka segala bentuk kekuasaan apa saja termasuk kekuasaan yang tertulis didalam ayat-ayat agama sekalipun mudah bergeser dari tujuan sebenarnya [malaikatpun namanya dicatut dng sesuka hatinya]

Selama +/- 2 (dua) tahunan saya mencoba menggunakan media facebook untuk melakukan pendekatan2 lewat cara2 yang saya anggap ‘persuasif’. Membangun komunitas kecil masyarakat kelas menengah tertentu yang bersentuhan dengan bidang2 aktivitas profesi saya. Tujuannya adalah seperti apa yang saya jelaskan diatas … mari disepakati bahwa kalau yang baik itu memang baik dan yang buruk itu ya buruk. Maka yang baik haruslah dirawat ber-sama2 dan untuk hal2 yang buruk ya harus dihindari.

Namun apa yang terjadi? … berulangkali saya dihadapkan pada kenyataan yang tidak bisa dipungkiri. Masalah yang saya hadapi bukan lagi ‘sistem’ yang tidak bekerja , tapi masalah kualitas karakter manusia diantara sesama kita sendiri. Nyaris semua orang menjadi kritis dan menunjukkan sikap yang tegas ketika mereka membela kebenaran , karena pencederaan Kebenaran itu terjadi diluar urusan yang terkait dengan aktivitas mereka sendiri. Namun … ketika kemudian mereka sadar bahwa ‘wilayah aktivitas’ merekapun juga turut terlibat didalam kegiatan pencederaan termaksud … langsung deh , pada buang badan! Analogi tersebut tak ada bedanya dengan ‘korupsi berjamaah’ itu lebih baik , daripada korupsi sendirian karena serakah … toh manusia tidak ada yang sempurna , bahlul!

Satu persatu … orang2 yang semula mendukung upaya2 yang selama ini saya perjuangkan sendiri ‘mundur teratur’ hingga tak lagi nampak batang hidungnya lewat tulisan2 yang bisa dibaca. Mereka sibuk kasak-kusuk di wall nya masing2 sambil membangun kembali jaringan ‘mainstream buruk’ yang sempat mereka tinggalkan sebentar. Maka ketika saya menjumpai realitas yg seperti itu , berlakulah bagi saya hukum ruang privat dan ruang publik yang termanifetasi : DELETE atau REMOVE , eeh .. pada protes . Heran betul saya dibuatnya , orang2 yang ‘takut bersikap’ namun tak mau kehilangan muka

Tenang … saya bahkan sudah me-remove diri saya sendiri dari facebook

Sekali berarti lalu mati [chairil anwar]
Ketika bumi dan langit bersatu , bencana dan keberuntungan sama saja [rendra]

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

3 Responses to “ manusia bukan malaikat? ”

  1. Sepakat! Kaakter manusia indonesia dasarnya lemah

  2. bukankah karakter itu layaknya perilaku2 kebiasaan yg harus dibangun

  3. makasih

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara