status quo itu ngehee

ngehe

Menyambut era tantangan yang barunya lagi , tantangan yang akan mengantarkan kita untuk menuju pintu2 persoalan baru ataukah tantangan yang hanya akan membuat kita semua bergerombol berdebat didepan gerbang polemik pintu persoalan2 masa lalu yang ‘kumuh kusam’. Kita menentukan sendiri nasib kita , bukan orang lain yang memutuskan baik atau buruknya apa yang hendak kita lakukan sendiri.

Masih mendekam didalam hati kita masing2 , kekhawatiran2 akan terjadinya pembelokan2 issue untuk mengecoh nalar akal sehat menjadi disorientasi pada permasalahan yang sebenarnya harus dihadapi. Bangsa masih rentan dengan sindrom ‘lupa’, sindrom ‘maaf’ yang tak pada tempatnya , sindrom ‘optimisme’ yang tidak proporsional.

Status Quo akan bersatu demi terjaganya keberlangsungan kekuasaan2 yang berada dalam genggaman lewat segala cara. Status Quo akan membidani lahirnya ‘rekonsiliasi-rekonsiliasi’ manipulatif untuk ber-sama2 mengelabui dan meyakinkan rakyat lewat “Yes We Can ver.5″

Mereka akan segera tampil lagi lewat layar2 kaca dengan anggun mempertontonkan kerukunan , layaknya tokoh2 ‘misleading’ yang sudah beranjak insyaf. Namun , sandiwara wayang itu akan mencengkeramkan kembali nafsu kekuasaannya untuk saling bertengkar antar satu dengan lainnya ketika kursi2 kekuasaan sudah mereka amankan. Dimana posisi rakyat? … kembali peduli setan , ini politik ujar mereka. Politik tanpa rakyat adalah politik tanpa ideologi itu sendiri , siapa peduli?

Dan dipojok ruang2 yang terhimpit , orang2 waras berak dikali dan mengumpat … ngehee!

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara