saya bukan monyet seperti kamu

Kita makan supaya tidak lapar minum supaya tidak haus … namun hidup bukan untuk makan dan minum , itu ESENSI makhluk bernyawa yang disebut manusia. Bila pada kenyataannya banyak orang yang ingkar ‘takdir’ tersebut maka tentu saja mereka tidak layak untuk disebut manusia sebagaimana makhluk yang diciptakan untuk harus hidup saling ber-ke-tergantungan bersama. Mungkin sejenis monyet liar yang harus menjaga kedaulatan otoritas wilayah sesuai jenis entitasnya masing2.

Namun karena manusia makhluk berakal tinggi yang secara georafis / demografi hidup diwilayahnya masing2 yang berbeda , maka perlu dibuat tata-kelola aturan yang baik , untuk membedakannya dengan hewan jenis monyet seperti diatas atau hewan apa saja. Demikian pula bagi mereka yang hidup diwilayah sama , wajib ber-aturan yang baik supaya tidak saling melukai hingga bisa membunuh sesamanya. itulah ESENSI dari ajaran AGAMA mengapa dia diturunkan kepada para Nabi. Artinya , untuk apa kita njengking2 beribadah atau bergerombol ke gereja serta kuil2 tempat2 dimana ritual keagamaan berlangsung , apabila esensi dari ajaran untuk ber-agama itu sendiri sudah sedemikian bias dan kabur

Monyet Islam tidak perlu sholat 5 waktu , monyet Nasrani tidak perlu ke Gereja , monyet Hindu tidak perlu bakar dupa dan seterusnya. Itu ketentuan dasar yang harus dipahami oleh setiap orang dijaman modern ini , jaman dimana nilai2 kemanusiaan sudah keropos karena mengalami erosi akibat degradasi yang berkepanjangan.

Saya pemusik … peran dan fungsi saya bukan untuk menghibur orang yang sedang dilanda duka lara maupun mengobral mimpi2 dan janji , apalagi sebatas urusan romantika asmara. Musik memberi jalan bagi saya untuk memahami persoalan hidup dan persoalan hidup mengajarkan saya bagaimana harus bersikap sesuai dengan tata-kelola aturan yang telah disepakati.

Namun memang tidak semudah itu ketika harus bersikap ditengah jenis makhluk manusia yang tengah mengalami disorientasi akan peran dan fungsinya masing2 diatas. Banyak dari mereka yang dengan terpaksa harus menyesuaikan diri turut serta menjadi bagian dari barisan ‘monyet’ jadi2an diatas , agar tidak dianggap ketinggalan jaman serta kebagian jatah makanan bagi barisan tersebut

Saya bukan MONYET , saya setia pada peran dan fungsi sebagai MANUSIA

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara