sejarah lusuh

soeharto

lihatlah soeharto , kekuasaan itu “power attend to corrupt” , begitu saya dengar disebuah televisi , dikatakan oleh orang separuh baya yang jika diukur dari perjalanan usianya maka di jaman pak harto orang2 seperti ini jenis yang tidak kebagian kesempatan untuk bisa ikutan korupsi. Maka analisisnya dalam memetakan rezim pak harto semata berdasarkan jatah bagi2 kueh pembangunan.

Dia lupa bahwa power attend to corrupt yang dimaksudkan diatas kini justru merata terjadi disemua aspek dan bidang serta oleh siapa saja yang kursi jabatannya punya wewenang untuk mengendalikan sebuah mandat. Dari kapasitas mandat sekelas rt/rw sampai lurah hingga menyentuh pimpinan2 otoritas mandat didaerah sekaliber gubernur.

Belum lagi jenis persoalan kebangsaan lain yang semakin tambah runyam begitu ditinggalkan oleh the smiling general. Bangsa ini sengaja dibuat pusing tujuh keliling hingga mengalami disorientasi akut pada persoalan sejarah. Sejarah tidak lagi mampu dijadikan cermin untuk menengok perjalanan masa lalu secara oyektif , sejarah semakin tampak buram lusuh dan tak bisa lagi dibaca dengan baik. Maka masa yang ada didepanpun menjadi dipertanyakan … mok’ mane’ kite

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara