twiter = tong kosong?

Bagi saya , jika ada orang2 yang mem-follow seseorang lainnya di twiter itu artinya mereka respect kepada jalan pikiran dan gagasan bukan nge fans karena subyektivitas2 yang ilusif. Temuan technologi maju apapun wujud dan bentuknya hanya akan berfungsi dengan baik ditangan kita2 yang mau belajar supaya bisa ‘numpang’ ikutan jadi cerdas. Sebaliknya bisa menjadi bumerang yang membuat kita semua jadi semakin tolol dengan sebutan masyarakat ‘korban mode’ belaka.

Sengaja saya untuk beberapa kalinya menulis [nge-twit] kalimat2 pendek yang bernuansa sinical kepada mereka2 yang berebut merasa bangga karena jumlah follower yang mencapai ribuan bahkan jutaan orang , namun bila ditilik dari kualitas komunikasi yang mereka hasilkan … tidak lebih dari mutu serta kualitas marketing pedagang kecap yang selalu nomer satu. Alias tong kosong memang nyaring bunyinya. Selebihnya … tehnologi modern koq jadi ajang bagi paradigma arisan ala ibu2 dharma wanita

Kebudayaan maju dan modern yang menemukan tehnologi modern [produk budaya] .. itu sudah tentu mengusung prasyarat2nya sebagai standar minimal yang harus dilengkapi [ethics]. Misalnya : ketika saya menulis ‘iya’ sebagai tanda setuju … itu artinya satunya kata dan perbuatan , dialam pikiran & tindakan dialam nyatapun relatif sama. Itu berarti bahwa Twiter adalah tolls/fasilitas sebagai jembatan penghubung antara satu pihak dengan pihak yang lainnya. [melalui dunia maya]

Apa yang terjadi bila temuan tehnologi diatas digunakan oleh orang2 yang nggak jelas hubungannya antar ‘kata dan perbuatan’. Intrik , tipu menipu , muslihat jahat , fitnah … cape deh! Lalu dengan mudahnya kita menggunakan alasan : “yah berita didunia maya memang tidak untuk dipercaya begitu saja” . Itu artinya: SUDAH BODOH malah MENYALAHKAN tehnologi modern pula

Dikenal dengan paradigma : galak’an dia deh ..

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

2 Responses to “ twiter = tong kosong? ”

  1. berarti tetap saja twitter tidak sama dengan tong kosong dong? tapi tergantung pada penggunanya itu sendiri kan?

  2. yoi bos , hardware kan tergantung user nya mau dipakein software apa. Yang saya kritisi itu kan mobil sedan buat travelling off road. Etika keduanya beda , kalau dijalan raya ada rambu lalu lintas , kalau dikebon cuman ada pohon , sapi , kambing dll yg harus dihindari

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara