etika, apa itu etika

etik

Mari kita cari dan temukan makna etika/ethics , dimana dia berada sesuai dengan fungsi2nya. Serta apa itu definisi Etika secara definitif , bukan sebatas istilah2 yang multitafsir , namun yang bisa diterima lewat logika dari akal yang sehat. Bukan sekedar ngomong etika namun menjadi ter gagap2 ketika ditanya etika itu apa sih? “yo wis pokoknya ya gitu itu … etika itu ya sopan santun dan sejenisnya , katanya” ; artifisial kan? bahkan salah2 bisa menjadi absurd karena melantur kesana kemari …. muter2

Etika itu ‘ruh’ dari cikal bakal disepakatinya satu pedoman yang melandasi lahirnya aturan2 secara kultural dan aturan2 yang normatif formal. Yang kultural masuk kedalam wilayah kearifan atau menjadi domain tradisi , sedang yang normatif menjadi Hukum positif ditulis dalam bentuk teks per-undang2an. Artinya etika tidak bisa dipisahkan dengan hukum , baik hukum berdasarkan paradigma tradisi maupun hukum berdasarkan aturan2 yang tekstual formal. Begitu pula , hukum juga tidak bisa terlepas dari etika itu sendiri , keduanya saling berketerkaitan seperti jasad dan jiwanya.

Orang2 yang disorientasi karena malfunction pada jaringan syaraf2 tertentu didalam kepalanya sering berujar : “ahh .. itu cuma masalah etika , bukan persoalan hukum” hedeeh … aje gile tenan! orang berpendidikan pula yg sering ngomong seperti itu

Mari lebih fokus ke satu persoalan , etika yang didalam profesi itu yang seperti apa sih?

Didalam wilayah adat jawa yg melahirkan tradisi , kita mendengar kalimat: ‘ngono yo ngono nanging ojo ngono’ atau dalam bahasa gaulnya: ‘jangan gitu2 amat lah’. Etika diwilayah kultural tidak perlu diperjelas menjadi susunan kata yang bersifat realisme , sebab mendorong manusia menjadi hiper-realitas , lalu kehilangan kepekaan dan sensitivitasnya sendiri [disebut:daulat hidup] dan menjadi barisan itik ternak yang hanya untuk digiring kesana kemari.

Lalu bagaimana cara merawat etika diwiliayah kultural? ; … ya dengan merawat tradisi itu sendiri ! Yang disebut tradisi itu adalah patuh pada sistem nilai yg pernah disepakati [disebut:paradigma budaya] yang kemudian akan berkembang dengan sendirinya untuk melahirkan nilai2 yang baru berikutnya. Tradisi tidak stagnan diam ditempat , dia bergerak berjalan kedepan seiiring dengan kebutuhan2 manusia2nya itu sendiri dijamannya masing2. Tradisi itu tidak identik dengan masa lalu atau ‘kuno’ , masa kini dan yang akan datang sekalipun disebut tradisi

Jadi bisa dibayangkan , jika segala sesuatu yang terkait dengan perilaku warisan tradisi sudah dinafikkan seperti halnya yg terjadi sekarang ini , diangap kuno ketinggalan jaman dsb … lalu akan lewat apa dan bagaimana caranya orang untuk bisa merawat sistem nilai itu sendiri. Tidak punya panduan , tidak punya pijakan , tidak punya bekal catatan , tidak punya sandaran … lalu memasuki dunia kultur global yang lahir dari arena perebutan kekuasaan ekonomi global?

wah … jadi panjang nih , capek juga ngetiknya kalo gini caranya :(

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

One Response to “ etika, apa itu etika ”

  1. tes

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara