konsumerisme

Manusia sebagai makhluk konsumtif itu artinya manusia memang makhluk yang harus mengkonsumsi kebutuhan2 dasar untuk menopang kelangsungan hidupnya , seperti makan , minum dlsb. Namun konsumerisme itu berbeda , dia bermakna perilaku syahwat nafsu konsumen [orang per’orang] yang getolnya hanya mengkonsumsi sesuatu yang dianggap baru atau apa saja yang ditawarkan tanpa disertai kelengkapan kognitif untuk berpikir tentang efisiensi azas manfaat dst. Menjadi lebih parah bila keadaan seperti itu ditambah lagi dengan minimnya kemampuan untuk memberdayakan dirinya sendiri agar bisa mandiri.

Bangsa net importir itu masyarakat yang hanya getol ‘tergantung unt mengkonsumsi’ apa2 saja produk luar negeri karena beberapa alasan. Dari kacamata sosio-psikologi , karakter malas untuk capek2 mikir memecahkan persoalan , mau cepat dan mau enaknya saja , menjadi landasan yang paling mendasar yang akan membidani watak perilaku beragam berdasarkan sifat2 turunan lainnya

Kebijakan dari aturan resmi yang justru mendorong tumbuh dengan suburnya watak seperti diatas , melahirkan:

a. Ketidak mampuan [stagnasi ilmu] daya intropeksi hingga peka & kritis lalu bisa bersikap tegas untuk menentukan apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan bagi hidup dan kehidupannya sendiri. [hidup itu sendiri , kehidupan itu tidak sendirian]

b. Tidak tersedianya cukup ruang2 evaluatif , membuat masyarakat seperti diatas layaknya seperti barisan kerbau yang dicucuk hidungnya lalu diikat pake tali agar tidak harus memakan rerumputan ilalang , mandipun tidak lagi dikali

Kita memang bukan kerbau , kita manusia … namun manusia bisa berakal layaknya seperti seekor kerbau , sedangkan seekor kerbau jelas hanyalah kerbau yang tak mungkin bisa berakal dan berbudi pekerti seperti manusia. Karakter manusia bisa layaknya karakter seekor kerbau , tapi karakter kerbau tak akan sanggup untuk berpikir sedikitpun untuk mencoba memahami seperti apa sih karakter manusia itu seharusnya.

Saya bukan kerbau , bagaimana dengan orang2 lain … atau anda sendiri?. Bukan…? ya lawan dong! jangan sambil diam2 ngindhik2 ngikut barisan kerbau. Yang kalau kepergok atau ketauan..eh malah galakkan dia , [“apa lo liat-liat!”] … jiaaahh , gw sambit telethong kebo juga ntar lu

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara