fuck the mainstream

Sering saya ditanya , apa sih maksudnya kalimat provokatif itu

Ya jelas sama dengan : fuck off atau fuck you , lalu kenapa bisa begitu? apa nggak kelewat kasar / sarkastis? ; kenyataan hidup yang kita hadapi apakah tidak lebih kasar dan lebih ‘sarkasme’ dari sekedar istilah ?

Penjelasan garis besarnya adalah: Sebab mayoritas masyarakat kelas menengah saat ini didominasi oleh mental pedagang kelontong jenis komprador dan turunannya / agen2 importir , sebahagian lainnya pengusaha2 pengutil apbn , mereka adalah orang2 yang mau berbuat seenaknya sendiri , memaksakan pembenaran2nya sendiri dengan dalil2 aturan dan hukum yang mereka sesuaikan dengan kepentingan mereka sendiri , tanpa menghormati daulat hidup dan daulat hukum yang menjadi hak warga negara lainnya yang berbeda profesi.

Masyarakat kelas menengah yang tidak memberikan kontribusi bagi tumbuh berkembangnya kelas bawah , mereka seolah hidup hanya untuk mengelola dan menguasai ekonomi untuk dinikmati diantara sesama mereka sendiri.

Posisi masyarakat lain sebagai konsumen dan produsen tidak dilindungi oleh Hukum yang mengusung ideologi Pancasila dan yang katanya Bhineka Tunggal ika , apa masih kurang jelas?

Saya bisa mengurai secara detail apa yang menjadi kendala dari berbagai persoalan yang saya hadapi sendiri. Tapi tidak disini [capek nulisnya dan tingginya potensi misleading akibat multi interpretasi yg ditimbulkan melalui tulisan] . Main2 saja kerumah saya bung!

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara