AKAR

komposisi ini saya ciptakan tahun 1987 menjadi salah satu reportoire dari lagu2 ciptaan saya yang saya tampilkan bersama kelompok musik SUKET di tahun2 1993 kemudian. Bertutur tentang kejengkelan2 yang saya temui menghadapi realitas masyarakat disekitar saya yang mulai tidak peduli pada hak2 milik orang lainnya. Ketidak pedulian yang semakin meluas merambah urusan2 dalam dimensi kehidupan ditengah masyarakat secara menyeluruh. Selalu ada genangan yang mengendap dikelopak setiap kali secara emosional saya menyanyikan lagu ini , akar!

Malam sepi seperti kemarin
Dingin
Tanahku tempat tidurku televisiku
Tidak lagi menjanjikan hari

Malam semakin sepi semakin terasa
Dingin

// Malam semakin dingin semakin terasa sepi

Sepertinya tanahku digilas
Sepertinya akarku bagai candi
Hanya untuk dipuja lalu ditangisi

Semakin sulit bertahan
Semakin banyak yang melolong lalu jadi pesakitan
Menjadi hiasan plastik
Menjadi kembang kembang plastik

Kemanakah aku dimanakah diriku
Tanahku goyah akarku bergetar
Haruskah aku terus bernyanyi walau tanpa arti
Karena aku sudah tidak lagi sekedar melengkapi bunyi

Kemanakah aku dimanakah diriku
Tanahku goyah akarku bergetar
Haruskah aku tutup rapat mataku
Tutup rapat telingaku
Tutup rapat mata hatiku
Oh.

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara