Negara itu apa sih?

Membaca berita dikoran selalu membuat saya tersenyum , senyum yang mengusung ragam arti. Ada yang kecut ada yang menghibur ada yang terpaksa walau tak ingin tersenyum

Judulnya: Menciptakan kerukunan dan kedamaian jangan hanya digantungkan pada Negara , meletakkan kalimat seperti ini dalam situasi yang juga seperti ini , melahirkan pemahaman yang secara implisit mengandung makna ambiguitas yang teramat luas

a. Menciptakan kerukunan dan hidup damai itu dikelola oleh sistim rekayasa sosial yang berlangsung di tengah2 masyarakat sendiri. Dinegeri ini yang multi etnis/kultural dengan berbagai ragam aliran kepercayaan, cara2 perawatan yang selama ini berlangsung relatif baik adalah melalui pendekatan sistim nilai yang dianut oleh tradisi/kebiasaan2 masyarakat , dikenal dengan sebutan kearifan budaya lokal. Secara kebetulan keberagaman yang menjadi keniscayaan diatas menganut satu aliran yang sama , yakni masyarakat yg religius. Maka Ke-Tuhan-an Yang Maha Esa menjadi jawabannya kemudian.

b. Negara itu adalah representasi dari sistim administrasi milik rakyat/masyarakat itu sendiri. Pada kenyataannya lembaga admistrasi tersebut justru kerap membuat kebijakan dan peraturan yang seringkali merusak tatanan rekayasa sosial yang selama ini sudah berlangsung diantara masyarakat sendiri. Ditataran ini kalimat diatas seolah bermakna : Negara adalah bagian yang terpisah dari Rakyat , atau Negara adalah fasilitator yang membuat masyarakat menjadi eksis. Padahal semustinya dipahami bahwa Negara menjadi ada atau eksis karena ada rakyatnya. Mana ada sebutan Negara tanpa Rakyat?

Ibarat : membakar sampah didalam lumbung tapi jangan salahkan pemerintah bila lumbung turut terbakar
; bingung dan gumun saya dibuatnya :(

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara