korupsi di pikiran

Perubahan itu abadi jika prosedur dipatuhi. Seperti apakah prosedur itu? , tanyakan pada fungsi hidup kita masing2 , prosedur selalu taat pada peran , jangan seperti orang main judi yg hanya sebatas untung2an.

Orang hari ini sudah berperilaku seperti kaum penyembah berhala yang berpedoman uang/harta adalah segalanya. Yang berpikir bahwa kualitas martabat ada disana , yang berpikir harga diri ada disana , yang berpikir kehormatan juga adanya disana. Pada intinya uang/materi adalah lambang dari martabat & harga diri setiap orang , lalu menempuh pembenaran lewat segala macam cara agar uang/harta bisa diperoleh dengan menempuh pilihan waktu yang se-singkat2nya.

Siapa bisa menyangkal kualitas peradaban yang buruk atau cenderung bobrok ketika hal2 seperti yang disebut diatas sudah terjadi. Kemunafikan merajalela … dan menjadi hal yang dianggap biasa2 saja.

Ingin jadi pemenang hidup? … maka jangan turut berlomba dalam kancah arena kehidupan yang seperti itu , sayapun ikhlas jika terpaksa harus absen darisana , sebab tuhan saya bukan duit!

Nasionalisme itu domain sosio-kultural secara georafis yang merujuk pada keharusan untuk membela kepentingan dari setiap lingkungan dimana setiap manusia ditempatkan dalam hidupnya , namun Ke-Illahi-an adalah kemutlakkan dari se-gala2nya yang tidak bisa di korupsi sedikitpun juga

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara