satu lagi soal Hak Cipta

Musisi Indonesia masih sering melakukan kekeliruan2 dalam memahami hak cipta dalam konteks aransemen musik. Masih juga terjadi seorang arranger dengan mudahnya mengadopsi aransemen sebuah lagu yang sudah pernah ada bahkan populer lalu memodifikasi ulang aransemen tersebut dengan melakukan tambahan2 disana sini , atau bahkan hanya mengganti perangkat instrumen musik yang berbeda dari aransemen sebelumnya lalu meng-klaim bahwa aransemen tersebut adalah ciptaannya sendiri.

Itu adalah bentuk dari pelanggaran Hak Cipta atas sebuah karya aransemen musik. Disebut meng-aransemen sebuah aransemen atau membuat satu komposisi musik melalui komposisi musik yang sudah ada sebelumnya.

Penjelasan HUKUM/Undang2 Hak cipta atas sebuah lagu adalah terdiri dari : MELODI dan LIRIK yang berdiri sendiri tanpa MUSIK. Sedangkan Hak Cipta atas aransemen musik adalah komposisi Musik yang menopang sebuah Lagu dan Lirik , sehingga 3 [tiga] aspek diatas secara integral/kesatuan dikenal kemudian oleh publik / masyarakat luas.

Apabila ada seorang arranger ingin mengadopsi ulang atau ingin melakukan re-interpretasi atas sebuah lagu [melodi&lirik] yang sudah ada dan dikenal sebelumnya maka seyogyanya arranger tersebut harus melahirkan bentuk baru dari watak serta karakter musik yang menopang sebelumnya. Tidak dibenarkan secara Hukum , orang mengaransemen ulang sebuah lagu yang sudah ada dengan tetap membawa nafas dari aransemen musik yang sudah dikenal sebelumnya tanpa ijin Hak Cipta dari arranger sebelumnya.

Perilaku kekonyolan karena ketidak pahaman pada Hukum yang secara gradual harus diperbaiki , sebab sudah sedemikian seriusnya seseorang dengan mudah meng-klaim karya musik orang lainnya untuk memperoleh puja puji dan sanjungan dari publik masyarakat awam yang tidak tau apa2 perihal Hak Cipta.

jsop

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara