mengenal diri sendiri

Kita wajib mengenali diri sendiri sebelum mencoba untuk mengenal karakter dan watak orang lain ,  proses untuk mengenali diri sendiri melatih sensitivitas untuk peka terhadap ‘keterbukaan yg inhern’. Pertarungan antara martabat / harga diri dan gengsi serta jenis sifat2 congkak dengan kerendahan hati untuk berani  mengakui segala bentuk kekurangan pengetahuan & kelemahan yang dimiliki.

Saya adalah tipycal pemikir , yang cenderung selalu berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak untuk melakukan sesuatu hal. Kecenderungan yang bertolak belakang dengan situasi dimana pragmatisme sedang ‘disembah’. Kita terpaksa harus sadar diri untuk menyingkir dari lingkungan jika tak ingin disingkirkan ,  atau turut melakukan kompromi2 sebatas apa yang masih bisa disepakati.

Namun , ketika fakta menunjukkan bahwa pragmatisme yang seperti sekarang ini hanya melahirkan kekacauan yang tak berkesudahan , menjadi serba menjengkelkan ketika banyak orang masih saja menutup mata enggan mau belajar mendengar agar bisa berpikir dulu menggunakan nalar dan akal sehatnya sebelum bertindak lagi.

Entah … apa yang membuat masyarakat menjadi seperti sekarang ini , sudah menjadi terlalu rumit untuk bisa diurai satu persatu

 

 

 

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara