politik munak

Tehnologi Informasi memfasilitasi kebebasan berbicara bagi semua orang yg ingin merdeka. Kebebasan berbicara tidak lagi bisa dikuasai oleh pihak-pihak tertentu yang selalu  melakukan monopoli hak bicara melalui kekuasaan pragmatis mengendalikan berbagai media.

Namun kebebasan berbicara juga layaknya pisau tajam yang bermata dua , menjadi ajang transparansi disisi lain menjadi arena terbuka bagi tumpukan sampah kata-kata yang tak ada guna. Maka diperlukan azas akuntabilitas untuk melengkapi kehadiran transparansi diatas , agar transparansi tidak mudah untuk dipermainkan lewat ilmu silat lidah ber-retorika yang dapat meng obrak-abrik bangunan nalar yg menjadi fondasi dari logika akal sehat untuk bisa berpikir dengan baik & jernih.

Maka selalu saya katakan , jika mendengar sesuatu kabar berita yang muncul darimana saja … temukan sumbernya untuk ditelusuri latar belakang profesinya masing2. Dengan seketika kita akan menutup telinga saat menjumpai fakta : ‘ada koruptor kata2 yang getol bicara tentang kepedulian terhadap orang miskin karena dimarginalkan oleh lingkungan masing2 yang tak berkeadilan’ namun faktanya dia sendiri terlibat dalam persekongkolan2 yang mendzalimi keadilan

Watak buruk kemunafikan seperti ini adalah cara2 yang ditempuh oleh umumnya para ‘politikus’ Indonesia , terutama bagi mereka yang sedang tersingkir dari kotak2 perseteruan diantara sesama golongannya , untuk digunakan sebagai cara mencari dukungan dari masyarakat awam yang masih tidak tau apa2 , ampuhnya ilmu politik untuk membangun persepsi

 

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara