review twiter

ngehe

Ulama gagap mterjemahkan bhs wahyu,seniman bcr ttg dirinya sendiri, jaman bgerak liar mbentuk pradaban antah berantah > kesulitan menjawab kenyataan jaman yang bertolak belakang dengan doktrin/ajaran , seniman jadi narsis

Ini jamannya ulama tampil pop agar dapat perhatian, seniman tampil ‘alim’ biar keq ulama, ujung2nya hny selesai di transaksi materi > agamawan tampil populis menggunakan media2 hiburan agar order dakwah lancar , seniman menggunakan jubah kesalehan untuk menyembunyikan tarif

banyak ulama bingung,taat jelas nggak ada duitnya,dagang ayat jelas dosa,banyak seniman serupa, daripada miskin lebih baik melacur > agamawan menjadi salah kaprah ketika materi sudah dia sembah  , seniman takut berpikir idealistik karena jadi pengecut justru mudah untuk cari duit , hidup dianggap hanya sekedar untuk transaksi mata uang , padahal kenyataannya tidak ada uang yang bisa menjamin kualitas hidup

semua profesi perilakunya kayak pedagang, pedagang sebenarnya jd bingung, apa yg mau didagangkan kalau produsen mati > dagang cangkem

negara biro jasa alias negara para agen,broker,perantara, semua orang menjadi ‘perantara’… jadilah diri sendiri? ah yang benerrrr > ‘nggak perlu dikomentari lagi’

kita ini bangsa yg sok tau,munafik,keminter,wajah kita semua ini bopeng belang bonteng gak keruan,tak usah malu,perbaiki saja sama2 > sama  ‘nggak perlu dikomentari juga’

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara