Iyo dan Hukum Negara

iyo

Iyo adalah vocalis dari grup musik kota Bandung Pure Saturday yang mengalami keapesan harus menjadi salah satu tumbal dari karut marut penegakan Hukum negeri ini.

Saat kejahatan premanisme bermotor merajalela diberbagai kota besar , pemerintah daerah kota Bandung memberlakukan jam malam [24.00] bagi seluruh aktivitas kegiatan berkumpul ditempat umum. Saat itu Iyo dan beberapa kawan tengah ngobrol2 disebuah cafe selesai menghadiri acara pernikahan , dimana tiba2 muncul aparat penegak Hukum yang pada akhirnya melakukan tindak kekerasan.

Apapun motivasi dari upaya pelaksanaan pengamanan jam malam yang diberlakukan oleh pemerintah daerah , sudah semustinya  tidak dengan menggunakan cara2 preman yang sama.

Kasus ini menjadi sebuah contoh konkrit yang kesekian kalinya untuk diambil hikmahnya , betapa sistim hukum yang berlangsung di negeri  ini sedemikian kacaunya. Kekerasan disikapi , diatasi dengan kekerasan dalam bentuk lainnya , lalu kekerasan2 seperti ini segera akan melahirkan ‘turunan’ nya dengan tingkat kompleksitas yang lebih runyam.

Orang diadu domba atas nama Hukum yang sah berlaku , orang menjadi korban2 kekerasan fisik maupun non fisik juga atas nama Hukum sah yang berlaku … tanpa ada kemampuan dari pihak manapun untuk bisa meredam dan menghentikan.

Pertanyaan kita : … kemana gerangan dan apa gerangan yang dikerjakan oleh orang2 yang dibayar masyarakat untuk melahirkan sistim aturan/hukum yang dibutuhkan RAKYAT [selain korupsi] . Kenapa saya bertanya seperti ini? karena RAKYAT sebentar lagi diajak untuk ikut berpartisipasi dalam PEMILU

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara