tinjauan budaya

twit#1 : apa sih cita2mu? , pertanyaan paling pendek yang paling lugas

twit#2 : bagaimana bisa kita tidak mjadi pesimis? … hanya karena sbg manusia yg dibekali intelegensia maka kita tetap wajib berupaya , agar keluar dari cangkang siput

twit #3 : orang jadi malas berpikir struktural karena jalan pintas masih menjanjikan hadiah , melahirkan jurang pembatas antara tau , tidak tau s/d tak mau tau

twit #4 : ‘tidak mau tau’ yg ironinya didominasi kelas menengah yg notabene equivalent dengan masyarakat pengusaha kelas biro jasa :(

twit #5 : sejarah Biro Jasa dimanapun selalu identik dng WNA [tionghoa/india/eropa] , ketika sudah menjadi WNI , seyogyanya meluas menjadi urusan hulu s/d muara

twit #6 : paradigma WNA itu seperti pemain rolet , selalu pasang angka yg paling besar/gede , nggak perlu tau & pusing2 berpikir jauh ttg dampak serta sebab akibatnya

twit#7 : ‘kayak cokin lu’ ; kalimat sarkastik dimasa lalu u/ m’identifikasi perilaku mau enak/untung aja , tak disadari jawir dan lain2nya sdh sama aja

twit #8 : ‘perilaku cokin’ tidak didominasi oleh keturunan tionghoa walau berasal dari golongan masyarakat tsb [gol.masyarakat biro jasa] , tugas Bhineka Tunggal Ika utk merawat perbedaan ras , suku hingga agama

twit #9 : ‘kayak ‘kang kain tanah abang lu’ , sama saja ini ditujukan bagi WNI keturunan India

twit #10 : ‘kayak kumpeni lu’ , sama saja ini ditujukan bagi WNI keturunan Belanda

Ini urusan ber-Bangsa , tugas Negara itu untuk menyelenggarakan tata-kelola lwt aturan2 formal ,  bagaimana mau bernegara jika berbangsanya spt ini

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara