Hari musik? apa hari2 omong kosong?

salinan twitter @jsop :

Jika Musik hanya dipandang dari sisi industrinya, dia hanya akan menjadi ajang gebyar selebritas, sempit dan dangkal

Rumah Musik tidak boleh dikendalikan oleh mereka yang berkepentingan dng industrinya, peran bisnisman/pedagang > distributor bukan eksekutor

Rumah Musik itu dimensi antropolg sosiolog hingga persoalan tehnis disiplin instrumentasi yg diharapkan u/ melahirkan kelas ‘produk budaya’ [budaya kultur pop]

Globalisasi itu maknanya PASAR terbuka, pasar butuh produk berkarakter dan hanya jenis prod budaya tsb yg punya tempat dipasar globalisasi

pertanyaannya adalah:dimanakah alamat PASAR GLOBAL tsb? bukan di amerika bukan di eropa , bangsa ini terdiri dari ratusan juta jiwa! = PASAR [koreksi : lebih dari 100 juta jiwa]

Pasar Global itu ada dirumah kita sendiri yg namanya Indonesia,jika anda sibuk meneropong pasar diluar,itu pintu terbuka bagi org luar masuk

Bonus Demografi yg sebenarnya, yang tak boleh lagi terlalu lama ter-sia2

Bersatulah Musisi Indonesia representasi dari Indonesian PoP Culture, utuh dengan karakternya sebagai masyarakat orang Indonesia

Media2 informasi franchise spt #rollingstones dlsb harus semakin memperkuat kesadaran ‘keberpihakan’ bagi lahirnya produk2 budaya lokal

agar jangan menjadi juru bicara asing dinegeri sendiri

 

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara