Kantata Takwa

Siang tadi aku memenuhi undangan mas S. Djody untuk berdialog tatap muka bertiga bersama Sawung Jabo , tak nampak Iwan disana. Moment tersebut saya gunakan untuk melakukan upaya ‘pelurusan’ dari berbagai peristiwa , yang membuat saya [terpaksa] tidak bisa turut serta dalam konser Kantata Barok beberapa waktu silam.

Kemudian  kita membicarakan berbagai kemungkinan yang bisa dilakukan sebagai bentuk dari keturut sertaan rasa ‘bertanggung-jawab’ telah ikut menjadi bagian dari gerakan perubahan menggelindingkan reformasi pada tahun 1998 bersama alm.WS. Rendra [mas Willy]

Singkat kata , masa pesta remaja sudah lama usai masa penyadaran masih harus berlanjut ,  sebab keadilan harus direbut dng perjuangan sbg pelaksanaan kata. Musikku bukan arena panggung remaja , tempat orang menghentak merasa gembira yang euforia ,  musikku mengusap bathin dari jiwa yg lesu , menggedor pintu2 kalbu.

Mas Willy! , aku menunggu isyaratmu semua kuserahkan pada realita yang akan menjawab pertanyaan , yang akan  membuka pintu kejalan.

Kantata Takwa adalah peristiwa budaya sekaligus menjadi contoh aktivitas berkesenian yang telah melahirkan karya seni setingkat produk budaya [musik&sastra]. Produk budaya bukan muncul dari ajang kontes ‘kecantikan’ serta deretan biduan merdu diatas panggung2 impian yang hanya memberikan janji

Produk budaya adalah karya kreatif dari sebuah peristiwa nyata yang pernah terjadi serta mewakili persoalan hidup satu kebudayaan manusia. Produk budaya tidak bisa dirancang dari balik pantulan kaca spion , namun harus turut terlibat untuk memahami persoalan2 yang nyata

Sejarah singkat Kantata Takwa

 

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara