manifesto Kantata Takwa

Apakah caleg2 itu pasti buruk semua kualitasnya , apakah partai2 politik itu pasti tetap akan korupsi semua? , apakah presiden terpilih nanti pasti akan lebih oke dari sebelumnya. Darimana kita tau jawabannya kalau kita sendiri tidak memahami persoalan yg dihadapi mereka

Mimpi nglindur disangka pertumbuhan , hutang pribadi dianggap hutang bangsa , suara dibungkam agar dosa berkuasa , stabiltas katanya , gangsir bank kenyataannya … . “kecoak pembangunan

Jikalau sudah tau persoalan yg dihadapi mereka, siapakah kira2 pihak2 yang seharusnya turut menyelesaikan dan memperbaikinya, satrio piningit? tokoh idola kah?

Pemilu itu hanya ajang formalitas & prosedur normatif unt melengkapi sistim demokratisasi? > kecoak pembangunan! & kita semua adalah sarang2nya itu sendiri

Seberapa taukah orang bahwa s/d era Presiden Megawati , jabatan presiden itu adalah Mandataris MPR, tugasnya menjalankan perintah MPR. Yang artinya semua kebijakan2 Presiden Megawati adalah KEPUTUSAN MPR

Seberapa taukan orang bahwa di era SBY , jabatan presiden itu bukan lagi Mandataris MPR. Yang artinya bahwa semua kebijakan presiden adalah hasil transaksional ‘jual/beli dagang sapi’ di DPR dan MPR yang dahulu melahirkan keputusan dibuat mandul!

Seberapa taukah orang bahwa Otonomi Daerah yang dipaksakan hanya melahirkan ‘raja-raja kecil’ yang tersebar diseluruh negeri. Yang ketika rakyat didaerah protes / melawan dlsb … mengeluh berkeluh kesahnya tetap ke pemerintahan pusat dan menyalahkan presiden yang ‘tak punya’ wewenang lagi

Seberapa taukah orang bahwa ketika rakyat menitipkan caleg/wakil2nya untuk duduk dikursi DPR , rakyat juga tau apa yang dititipkan serta konsiten untuk turut peduli mengawasinya

Masyarakat sudah cerdas dan pintar untuk berdemokrasi … dimanakah cerdasnya? dimanakah harus menemukan kepintarannya. Masyarakat sudah cerdas dan pintar untuk berdemokrasi … dimanakah cerdasnya? dimanakah harus menemukan kepintarannya. Masyarakat sudah cerdas dan pintar untuk berdemokrasi … dimanakah cerdasnya? dimanakah harus menemukan kepintarannya. “ah … rakyat percaya dan menyerahkan semuanya kepada para pemimpin” > inilah mental kawula yang terbiasa dipimpin oleh ‘RAJA’ > sabdo pandhito ratu

Presiden Soeharto adalah presiden paling lama? [32 tahun berkuasa] .. anda keliru bung! , beliau adalah RAJA yang menduduki kursi kepresidenan

Mengapa kalimat “rakyat sudah pintar” dst sedemikian gencar disuarakan politisi2 sekarang? ; agar rakyat gr kepedean & mereka itu semua tdk kehilangan job [cari nafkah alias tidak untuk mikirin rakyat] lalu siapa yang salah atau patut dipersalahkan? [jawabannya = kita semua / rakyat itu sendiri]

Kantata Takwa bukan kelompok band , dia adalah suara pembebasan jiwa yang terkungkung lesu, Kantata Takwa adalah PANGGILAN hati nurani. Kantata Takwa “say NO” pd rezim Soeharto karena Indonesia bukan kekuasaan Monarki yg dikendalikan oleh wewenang Raja yg tak pernah salah. Kantata Takwa tidak boleh bungkam , ketika raja tergusur digantikan oleh rakyat yg pasif permisif lalu tanpa disadari membangun kembali sarang2 kecoak2 berikutnya sendiri. Kantata Takwa adalah spirit agar orang Indonesia bisa lebih baik dalam segala hal , bukan panggung ‘jrang-jreng’ yg melanjutkan proses2 pembodohan.

Kantata Takwa tidak mengurusi partai politik pemenang , presiden terpilih , Kantata Takwa bereaksi kepada sistem. Kantata Takwa mendorong siapapun yang mau menjadi presiden , apapun partai2 politik yang ada , Kantata Takwa bukan mesin penghancur demokrasi

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara