@jsop: TL kampanye dan janji2 tinggal janji

[slogan basi parpol:] .. jelaskan dulu upaya mengelola sektor pajak & biaya fiskal,lalu mciptakan lap.kerja yg terukur agar org bisa kerja

baru berjanji utk melaksanakan amanat konstitusi sekolah dibiayai negara dlsb.dimanapun didunia ini tdk ada yg gratis , tapi mengelola sis.administrasi [mekanisme subsidi silang antar lembaga resmi]

dinegara maju org yg gak mau kerja dipelototin sama pihak yg kerja, dianggap nyusahin & membebani hak pekerja, sebab kerja terkait dng pajak [biaya untuk berhak hidup disebuah negara]

di Indonesia malah dibagi2in bantuan tunai (memperpanjang watak ketergantungan pada ndoro2) sebab pemerintahnya tak mampu membuka lap kerja

kenapa tak mampu? sebab human resources yg diciptakan tak sesuai dengan kekayaan alam yang minta di proses oleh bangsa sendiri

bangsa sendiri dibuat termangu cukup dng ter-kagum2 dng produk asing yg tdk unt dikuasai,SDA untuk diserahkan pada kepengelolaan asing spy dpt komisi

nah .. ini politik, semua orang wajib berpolitik supaya tau, tapi tidak harus masuk barisan partai politik unt ikutan mengurusi negara

sekali lagi mengapa banyak org sampai tak tau? , sebab disekolah hanya disuruh menghapal & mencontreng multiple_choice > manusia robotic

di era reformasi terjadi perubahan signifikan:sekolah2 dan perguruan2 tinggi telah berhasil memproduksi sarjana berlipat ganda , ironis

generasi hari ini sudah fasih berbahasa inggris,meng-operasikan mesin2 komputer modern [itu kan users] pertanyaannya:apa yg dihasilkan?

sy bukan golongan ortu yang senang berkubang membanggakan masa lalu sambil menutupi hal2 yg buruk, namun juga gak doyan euforia ikutan gila

semua pemimpin partai politik kembali berjanji, bagaimana cara mempercayai janji mereka, bagaimana cara berpikir positif menyikapi janji mrk

sedangkan sdh berulangkali terbukti lain diluar lingkaran lain pula ketika sudah berada didalam,apalagi janji dari org2 yg sdh lama mendekam , ogah hengkang walau sdh terbukti gagal

Pemilu 2014 tak akan merubah keadaan apa2, semakin banyak janji dilontarkan semakin kotor udara busuk disebarkan

pemilu 2014 hanya mekanisme prosedural kelengkapan sbh tatanan negara demokratis,Pemilu 2014 hrs membuka peluang munculnya agenda susulan

kerja konkrit untuk kembali menata aturan/hukum secara komperehensif, yg disepakati kembali sesuai jargon2 konstitusi cita2 kemerdekaan

untuk itu, mereka golongan politik tidak bisa dibiarkan bekerja sendirian,kembali mengklaim a/n rakyat cukup dari kursi senayan

namun rakyat yang pasif, diam saja, selalu hanya menunggu ‘berkah’ pemerintah yang diturunkan juga penyakit serius yang harus diatasi duluan

Indonesia lampu kuning yg segera akan berganti warna , hijaukah atau merah

Golput menjadi perilaku mulia ketika hak utk tidak memilih punya alasan yg bisa dipertanggung-jawabkan > memberdayakan KESADARAN berpolitik

ikut memilih juga bukan berarti buruk, sejauh sanggup untuk bersikap kesatria, berani lantang bersuara walau dikucilkan / disingkirkan oleh kelompoknya sendiri

“asal berbondong mengantri ke kotak2 suara’ … nah yang beginian nih yang bikin negara susah terus2an

tanpa kesadaran tsb, apa bedanya: mengajak org golput itu jahat dengan mengajak org ikut pemilu yg manipulatif juga sama jahatnya

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara