pro aje gile dah!

Kebijakan Pro Rakyat? : bagaimanakah caranya agar kebijakan yang dimaksud tersebut bisa sampai kepada rakyat ?. Kebijakan yang dihadang oleh struktur birokrasi yang bengkak dan aturan pelaksnaan dilevel bawah yg saling tumpang tindih? ini pertanyaan awal yang menuntut penjelasan sebelum memasuki wilayah praksis yg lebih rumit

Jangan2 birokrasi dinegeri ini telah berubah fungsi , dia tercipta bukan lagi untuk melayani kebutuhan sistim administrasi masyarakat , namun untuk mengatasi kebutuhan lapangan kerja , oleh karenanya nota ABN terkuras untuk sekedar membayar gaji pegawai negeri . Itupun dng catatan jauh dari sebutan sudah memuaskan rakyat

Aturan inter-sektoral / departemental yang nggak nyambung dalam pelaksanaan di level bawah , membuat orang yang bener jadi salah dan yang sengaja terpaksa ikut jadi salah malah dianggap kompromis , yang apes kepergok KPK

Kebijakan Pro Rakyat? : pidato memang tinggal menghapal kata2 , namun kerja membutuhkan kerangka yang nyata , pemilu koq lebih mirip dengan panggung selebrasi , senyam senyum dan nyanyi2 … eh semakin sepi lagi

Semua elemen tatanan formal sibuk dengan tata cara penyelenggaraan , lupa pada fungsi untuk apa gunanya pemilu itu sendiri

“benar sekali pak! pemilu sekrg repot”ujar kelompok usaha kecil ; kenapa? ; sebab saya rugi ,  stock orderan spanduk & poster menumpuk gudang [karena menempel foto/tanda gambar dll dipohon sudah dilarang]

“benar oom” ujar rata2 anak band ; kenapa? ;  masa dilarang konser siyy … mungkin mengeluh sambil kakinya ngedheprok meng-hentak2 tanah

“kita mah dikampung dadap bsd nyoblos siapa yg ngasih duit banyakan , pak” ; ujar prt saya si uum namanya

Pemilu yg dianggap nyusahin , itu artinya pemilu yg nggak nyambung dng rencana kebutuhan hidup masyarakat itu sendiri , pasti ada yang salah disana.

Heh! “ente mau nge-boikot pemilu ya?” [sisi kalbu berbisik] ;  weiits! siapa gw bisa ngeboikot2 segala , siapa elu juga kalo mau ngelarang2 sesama warga negara Indonesua , Fuck The Mainstream … nah itu diye

Kasihan betul nasib Jokowi kalau hanya dijadikan bemper atau simbol perilaku baik & jujur , tanpa orang mau tau dng problematik yang sebenarnya dari bangsa ini . Seperti anak2 manja yang berharap bapaknya akan memberikan uang jajan lebih serta fasilitas untuk bisa ber-senang2

 

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara