anomali dunia seni

Ini tentang perilaku anomali oleh para pelaku seni yang menjadi korban dari perkembangan dunia industri abal-abal.  Profesionalitas yang hanya dipahami sebatas mekanisme untuk melakukan transaksi jual beli , tidak dilibatkannya disiplin2 lain yang terkait dengan etika , tanggung jawab profesi sampai dengan tuntutan kompetensi yg terus berkembang seiring jaman.

Banyaknya ‘artis-artis’ yang sekonyong melengkapi dirinya dengan sistim management , menunjuk  manager2 untuk mewakili semua kepentingan yang terkait dengan aktivitas kegiatannya masing2.

Mereka tak sadar sedang mengadopsi perilaku birokrat yang sebenarnya hanya layak untuk diterapkan pada tatanan  mekanisme birokrasi  ke tata-negaraan yang formal.  Belum lagi banyaknya pelaku2 seni yang tergiur bahkan tergelincir pada azas aji mumpung ‘naik daun’ , lalu menerapkan ‘biaya / harga’ yang jauh dari kepantasan yg semustinya.

Inilah fenomena ‘artis-artis’ Indonesia sampai hari ini , mereka menjadi barisan Kapitalis Birokrat baru , hasil rekayasa dari industri2 bodong  yang asal pengen disebut MODERN dan MAJU.

Nama2 besar bisa muncul secara tiba2  tanpa disertai karya2 yang memadai [produk budaya]. Sistim manipulasi lewat industri dunia pencitraan sudah dianggap menjadi hal yang biasa2 saja

[dialog imaginer:] … kring!

+ : … bisa saya bicara dengan sitole? ;

– : … maaf ini siapa ya;

+ : … saya simuntu ;

– : …saya managernya mau ada soal apa ya?;

+ : … fakyu!

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara