14 april 2014

 

Saya bicara atas nama hati nurani saya sendiri bukan atas nama siapa2 , kelompok siapa2 , golongan politik siapa2.

Mengapa harus menjadikan aku musuhmu setelah kau sadari aku ‘membangunkan’ kesadaranmu

Karena kau takut pada bayanganmu sendiri yang memburumu?, bayanganmu itu suara hati nuranimu sendiri yang akan selalu mengikutimu sampai kaki melangkah terakhir dihari  ajalmu

Jangan ikut2an ngomong jauh2 soal politik praktis negara , cermati saja kita berada di posisi yg mana dalam persoalan yg terdekat #keberpihakan lalu sejauh mana kita  mengalaminya sendiri

Tidak terkena dampak langsung tapi ngomongnya kayak pakar2 yg paling pinter ngomong seperti yang di televisi2  atau melakoni peran kyai yang berwajah bijak dan bertutur kata santun , padahal dalemannya ulat belatung. ORANG INDONESIA , pelajarilah gejala , bikinlah pemetaaan untuk mengetahui dimana posisi kita masing2 sebenarnya ,  barulah berbuat dan bertindak sesuai fakta yang dibutuhan

Jangan terpancing bicara teori politik angin sorga , partai neraka atau partai nirwana , keluarlah dari kotak kardus pragmatisme , lalu lihat dari sisi luarnya. Ketika ditemui ternyata kita itu sendirilah yg selama ini disebut oportunis , maka bergegaslah insyaf , sadar , introspeksi membenahi perilaku dari kelemahan2 diri kita sendiri [iqro]

 

 

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara