sekali lagi … fokus

Sekali lagi , kita harus fokus dulu pada masalah ber-Bangsa , menata Negara kemudian.  Itu artinya : membaca ulang kebutuhan hidup bersama yang tercermin melalui falsafah hidup Bhineka Tunggal Ika barulah menata kembali sis.administrasi untuk Ber-Negara

Itu sama halnya pula dengan kesadaran ber-Bhineka tunggal Ika terlebih dahulu , ketika para Founding Fathers merumuskan Pancasila , untuk mendeklarasikan Konstitusi Kemerdekaan Republik Indonesia

Mengapa orang Indonesia hari ini terus saja suka memaksakan diri untuk berkutat dipersoalan administrasi , sementara substansi dari kebutuhan administrasinya sendiri tak diabaikan , terjebak dalam mekanisme mengatur tata-cara & profesionalitas sistim organisasi atau management modern apa saja , sementara outputnya tak jua kunjung2 tiba

Padahal sudah terbukti , upaya menata kinerja administrasi yg dengan kualitas seperti itu , hanya melahirkan budaya/perilaku korupsi , dan berjangkitnya beragam penyakit sosial

Hari2 ini kita memperdebatkan kualitas calon presiden denga menggunakan alat olak ukur/parameter ‘personal’ suka atau tidak , populer atau tidak. Padahal tugas presiden itu adalah melaksanakan perintah Rakyat. Apa perintah Rakyat?  itulah yg saya maksud dari fokus dulu pada kebutuhan ber-Bangsa. Itulah tugas para wakil rakyat untuk punya kewajiban merumuskannya dengan konkrit

Presiden terpilih nanti , mau kita suka atau tidak suka ,  yang penting ybs mampu atau tidak menjalankan perintah rakyat yg konkrit diatas. Jokowi orangnya bersih/jujur serta selalu membuktikan kompetensinya dalam bekerja , setuju! tapi apakah jokowi juga sudah menerima list/daftar perintah rakyat yang segudang itu banyaknya

Sebut saja sudah … maka itulah yang harus dijelaskan kepada rakyat lewat kampanye2 Pileg , bahwa saya sudah tau tugas2 presiden 2014 , dari A s/d Z serta dijabarkan satu persatu

Media2 publik spt tv dan lain2 seharusnya juga terpanggil unt harus mencerdaskan rakyat, bukan malah memprovokasi dng slogan2 demokrasi yg absurd [ikut mainan kutak katik angka]. Bukankah media publik tidak boleh beropini , tapi harus memberitakan FAKTA , fakta bahwa ada ‘lack’ atau kekeliruan2 masyarakat dalam memahami sistim PEMILU

PEMILU itu mengusung substansi , bukan agenda colok mencolok yang rahasia di kotak2 suara , substansinya adalah > rakyat memilih wakil2nya yang sudah tau persoalan. Persoalan bangsa Indonesia? … ya tinggal di jentereng saja , dari mulai persoalan tanah warisan adat , tk sapu , pedagang tahu/tempe sampai produsen dan pengusaha2 nasional juga tau itu

ITULAH persoalan hidup ber-Bangsa yg harus diatur lewat tatanan administrasi hidup ber-Negara , atau sebut saja materi dari tugas2 yang harus dikerjakan di kantor. Saat ini kita punya kantor2 modern di gedung2 pencakar langit , diisi oleh tenaga2 ahli profesional , setelah ditengok apa yang ada diatas mejanya … catatan panjang bagi2 komisi

Ber-Bangsa itu domain wilayah tersendiri yg wajib dilengkapi utk membangun Negara , ber kali2 saya katakan melalui tulisan SENIMAN itu salah satu perawat Bangsa. Kalau seniman sudah berteriak agar WASPADA itu layaknya hasil rontgen/x-ray rumah sakit yg menunjukan CANCER stadium akhir . Lalu dokter2 politik lah yang harus bekerja , bukan tugas seniman lagi untuk menyembuhkan penyakit

Seniman disebut golongan IDEALIS? yang tak lazim dan tidak realistis? … benar , seniman disingkirkan kecuali yg mau kompromi untuk hanya bekerja di ruang2 administrasi

eh ada capres dari satu partai bergegas membisiki : “mas , masalah Bangsa jangan di singgung2 lagi , itu sudah selesai dan final” … final gundulmu

Maka, jika saya tarik kedalam kesimpulan dng perspektif analogi dibidang musik: “yg penting soundnya oke , lightingnya oke , panggungnya oke , multimedianya oke dst .. yang main musik siapa , bagaimana komposisi yg disuguhkan dan seperti apa bunyinya … terserah ente , pun nggak ada karcis terjual ya nggak apa2 , yang penting ada sponsor utama

[akhir kata:] Yang penting kita harus menjaga kedaulatan NKRI ; ujar mereka , coba tunjukkan pada saya cara2nya jika tanpa Kedaulatan Bangsa

 

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara