Kenali kembali BANGSA unt ber-NEGARA

Agenda untuk me-revolusi politik transaksional harus dituntaskan , namun tanpa dilibatkannya kerja2 kultur Kebangsaan nonsens ada budaya baru bagi sistim berpolitik yg lebih baik seperti apa yg diharapkan

Jika tidak dihadang oleh sistim demokratisasi yang memberikan ruang dan hak untuk berkelompok  s/d ber-organisasi berpolitik , maka rasa2 nya sudah lama tuh , suara ‘bubarkan’ saja golkar .. beyuh! . Ini kenyataan yang harus dikabarkan , namun realitas atau fakta juga harus dihadapi dng mekanisme transparansi penuh keterbukaan. Ini juga bentuk dari azas Netralitas tanpa kenaifan yang membodohkan

Bicara soal politik praktis [ber-Negara] jangan lagi pakai unggah-ungguh , tak ada yang tabu untuk disampaikan , namun wajib bagi kita semua untuk bermusyawarah merawat Bangsa

BANGSA: itu bicara soal kepentingan semua warganya yang a/l: soal hukum/ekonomi/sosialbudaya.  Sedangkan NEGARA: itu bicara soal administrasi dan berbagai tata cara yang harus ditempuh agar sampai pada tujuannya diatas

Kerusakan etika , moral (korupsi/akhlak dst) itu kerusakan diwilayah ber-Bangsa , tentu ada yg salah dari tata cara administratif sistim penyelenggaraan Negara-nya

Namun politisi2 kardus Indonesia terkesan merasa bahwa BANGSA adalah ciptaan mereka (?) , lalu merasa merekalah sendiri yang paling tahu untuk mengatasi persoalannya bah!

REVOLUSI MINDSET: kenali persoalan ber-BANGSA untuk bisa ber-NEGARA dng lebih baik kemudian

 

 

 

 

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara