ekses itu akibat

Ber-demokrasi itu urusan adab, semakin baik adab seseorang semakin berkualitas pula demokrasi yang diterapkan, bukan soal langsung atau tidaknya  #pilkada . Adab itu kepatuhan pada norma untuk menyelenggarakan tata kelola dan cara, apapun pilihannya

Kalau kita mau jujur, #langsung atau #tidakLangsung adalah persoalan kualitas dari para peserta yg terlibat dalam demokrasi itu sendiri, masyarakat yang tidak dipersiapkan dengan baik, agar ‘siap’ untuk menyelenggarakan cara2 ber-demokrasi . Masyarakat yang masih kental dengan paradigma kultur budaya lama

Paternal feodal itu persoalan apa saja yg muncul ditingkat masyarakat akar rumput, namun langsung diserahkan/dilemparkan kepundak pemimpin2 tertingginya yang cenderung tidak tau apa2.  Ini paradigma ‘kawula/batur’ yg patuh & tunduk pd wewenang raja/tuan, ketika wewenang tak sesuai lagi dng demokrasi, maka langsung membabi buta

Ini juga menggambarkan kondisi yg nyata, bahwa selama ini Negara hanya asyik sendiri berpolitik, masyarakat Bangsanya hanya diajak atau dilibatkan per 5 tahun sekali. Masyarakat Bangsa hanya dicekoki dengan mekanisme prosedural formal yg normatif unt harus paham demokrasi, Negara nyaris tidak pernah peduli untuk mengurusi urusan2 yang merawat adab [budaya perilaku]

Definisi merawat adab itu, menjaga sistim norma yg berlaku agar perubahan2 yg sesuai dng tuntutan jaman terwakili lewat cara2 yang gradual evolutif sesuai realitas kebutuhan

Politik instan,hukum instan,ekonomi instan itu mie instan yg bikin kenyang bentaran untuk disalurkan menuju septic tank, nggak jadi daging

Menyitir kaisar hirohito dalam upaya membangun kembali peradaban jepang yg hancur pasca hirosyima dan nagasaki : “berapa jumlah biksu, budayawan serta pendidik yg tersisa” , yang lain2nya tidak dipertanyakan, sebab adab yg baik akan melahirkan keberadaan mereka dengan sendirinya

Politik, Hukum, Ekonomi dan SosialBudaya adalah Sub-Activities dari roda KEBUDAYAAN, persoalan kebudayaan bukan hanya perangkat politik, karenanya tidak akan pernah bisa diselesaikan hanya melalui mekanisme politik [praktis kepartaian]

 

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara