sadar jelek

ngocol

Falsafah orang timur itu ‘memberi’ terlebih dahulu, jika berharap pihak lain akan memperhatikan kebutuhan kita sendiri, #makna unggah ungguh. Itu menjadi tradisi yang berfungsi untuk merawat cara2 ber-peri-kehidupan bersama, menjaga hubungan silaturahmi kekeluargaan dlsb. Namun dialam demokrasi yg berbeda, tradisi lama hrs dilengkapi dng switch on/off saat hendak memasuki alam tradisi yg baru #demokratisasi. Ini cara yang saya pahami untuk membedakan berbagai jenis urusan2 kita ketika ber-Bangsa dengan urusan ketika ber-Negara

Untuk urusan berbangsa kita bisa bilang: “ah nggak apa2 silahkan saja” [paradigma unggah-ungguh], tapi untuk urusan ber-Negara: “muke gile’,  enak aje elu” [pelanggaran hukum]. Definisi ‘urusan ber-Negara’ itu: Kegiatan formal apa saja yang melibatkan kwitansi dalam sebuah ikatan kontrak/kerjasama, yang artinya berada diwilayah Hukum.

Sedangkan definisi ‘urusan ber-Bangsa’ itu: Kegiatan nirlaba yang dilakukan berdasarkan rasa kepedulian / empati tanpa berharap imbalan materi sesenpun juga, kecuali: terimakasih. Hubungan antar teman, kerabat bahkan sdr kandung tidak akan tercederai jika orang mampu membedakan domain dari setiap wilayah persoalan2 yg mendasar

[mari tengok] “ah nggak apa2 silahkan saja”, tapi ketika sadar dia sudah dirugikan “sialan tuh si nyomet! pake celana gw nggak bilang2″ #telmi

Ingin menjadi Warga Negara yang baik, yang tdk apolitis & peduli pemilu/pilkada dst (?) mulailah melangkah dari hal2 yang paling mendasar > sadar akan hak/kewajiban profesi masing2. Semakin banyak orang yang sadar akan hak2 & kewajiban profesinya sendiri < itulah cikal bakal dari lahirnya kelas menengah yg akan membantu kelas bawahnya berjalan bergandengan bersama

Negara maju itu pemerintahnya hanya sebatas penjaga loket administrasi, ‘pemerintah bangkrut’pun bisa nggak masalah, sebab roda ekonomi berada ditangan rakyatnya sendiri. Kalau perfomance pemerintahnya buruk ya tinggal digusur ganti saja yg baru, manifestasi daulat rakyat itu rakyat menentukan, bukan pemerintah

Tapi mengapa koq sekarang ini pemerintahnya yang menentukan (?) … *ambil kaca* #cermin saya menatap kualitas diri sendiri sebagai rakyat *kadang belagak kaget*:  “mas, muka sampeyan koq bopeng2..”; iya emang…; “operasi aja mas biar mulus”; … embahmu :p

Berani JELEK mah semua orang sudah mampu karena sudah sadar jelek, yang diperlukan itu orang yang Berani GAGAH, karena unt gagah butuh bukti #portofolio

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara