timeline @jsop

sedih juga menghadapi realitas hasil rekruitmen seleb2 *wagu* menjelma jadi politisi2 periode 2014-2019 di dpr … njur kepiye ki :(

jadi warga negara biasa aja hanya tau soal industri hiburan, hiburan juga dari katagori jenis hiburan ‘picisan/ala kadar & dangkal, sekrg mau ngurus problem persoalan rakyat

bgman mereka bisa paham persoalan rakyat yg jauh dari urusan industri2 hiburan yg seperti itu, walaupun tentu saja semua org bisa berubah tp perlu waktu untuk itu

perlu waktu artinya hrs melewati proses2 pembelajaran dulu, sedangkan gedung dpr itu bukan sekolah tempat unt belajar, tapi utk praktek

duh..siapa mewakili siapa .. duh,duh,duh … dahduhdahduh nggak ada habis2nya dah,duh,dah,duh, ya sudah ganti aja pake .. bah!

disebut sbg warga negara terhormat itu karena warga masyarakat dilingkungan mrk sendiri juga menghormati , krn prestasi mereka yg memang layak untuk dihormati

kangen band, artis2 bejambul dan sejenisnya itu warga masyarakat juga,mrk jg pny hak unt dihormati ketika berada dilingkungannya sendiri2

namun ketika memasuki wilayah disiplin dng tuntutan2 intelegensia yg berbeda kelas, artis2 seperti itu seharusnya wajib tau diri

bukan berarti ketika bisa beli mobil X5 atau membangun rumah senilai milyaran, serta merta merasa sederajat untuk duduk dikursi para intelektual selevel sarjana S3

partai politik kita mmg masih ‘koplok’ mereka hny perlu figur yg sdh dikenal masyarakat unt mjadi obyek2 sbg kaderisasi partai guna merebut kursi, masih untung ini bukan lagi eranya si norman brimob yg mabuk udara lalu jadi masuk angin #masih_untung , kata orang jawa

tapi kualitas manusia2 yg kepengen lbh terkenal dng menjadi calon2 politisi, juga lebih koplok lagi

sy berani mengatakan: secara moral industri hiburan dlm perkembangannya u/ mjadi modern jg turut bertanggung jawab, sebab turut menimbulkan ekses negatif, perilaku industri2 hiburan yg tdk terkawal hukum memadai

industri hiburan hanya berpikir ttg target2 material jangka pendek tanpa peduli pada proses2 pembodohan yg diakibatkan dalam jangka panjang

sgl cara dianggap sah ditempuh, cukup dng dalih a/n sifat2 industri ‘kekinian’, monopoli/kartelisasi, ruang gerak mrk seolah ‘bebas nilai’ , steril dari norma

siapa yang punya uang dia yang berhak untuk menjadi operator2 media social engineering

artis-artis dan seleb2 culun itulah hasilnya, yg bisa kita saksikan dilayar televisi u/ dinobatkan sebagai warga negara terhormat

klu berpikir suudzon semua ini tdk bisa dipisahkan dari grand strategi yg mmg dirancang oleh politik status quo, dimana raja catur perlu pion-pion yg se-banyak2nya

‘politik bumi hangus’ ala China taklukkan dunia,cukup dng buang ingus/ludah maka bumi akan karam, sangking banyaknya org yg meludah :p

tidak perlu orang2 cerdas untuk mengatur/mengendalikan bangsa Indonesia, banyakin aja jumlah bebek2 bongsor karbitan yang taat untuk digiring pakai lidi, maka yg lain dengan sendirinya akan larut dalam arus mainstream [mainstream gede2 bo’ong]

Demokrasi u/ mcapai kesejahteraan ber-keadilan hny bs diraih oleh kelompok masyarakat yg terdiri dr orang2 yg melek politik > melewati tahapan2 spt proses2 pilkada secara langsung

pilkada langsung itu proses belajar utk bs menemukan dmn faktor2 kekeliruan itu berada u/ diperbaiki, sebab tidak ada kebenaran tanpa ditemukannya unsur kesalahan/kekeliruan , masalahnya mau atau tidak untuk mengakui dan untuk melakukan pembenahan

buntut2 nya nyangkut ke #ShamedOnYou juga, nah ini rada2 #maksa nyambungnya tapi yo ben!

 

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara