menata langkah berikutnya

Pasca melewati masa-masa introspeksi & otokritik yang acapkali harus bersinggungan tajam, kini saatnya bagi saya untuk menata kerja2 praksis berikutnya, yakni kegiatan napak tilas perjalanan karya musik pop dan lagu Indonesia s/d hari ini

Bersama komunitas ‘anak gedongan’ yang melahirkan musik Indonesia dng nuansa art pop / art rock / prog music: dari mulai era LCLR, Badai Pasti Berlalu hingga Yockie-Chrisye s/d thn.1985

Bersama komunitas Godbless yang melahirkan musik Indonesia dng nuansa funk rock / hard rock / heavy rock :  dari album Semut Hitam, Raksasa, Apa Kabar

Bersama komunitas Rendra & Bengkel Teater yang melahirkan musik alternatif Indonesia dng nuansa eksperimental : Kantata Takwa,  Swami, Suket, namun komunitas ini belum tersentuh dalam agenda rencana

Ini adalah upaya langkah kecil saya untuk membuka kemungkinan atau peluang bagi upaya yg lebih besar, serta menuntun untuk memenuhi kewajiban fungsi seniman yang harus tetap berkarya, sebab mengeluh menuntut jawaban

Orang yg tak pernah mengeluh juga tak butuh jawaban, ada pula orang yg suka mengeluh tapi tak mau mencari jawaban

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara