latihan awal

lat1

Tiga Generasi di satu meja yang sama

lat2

yg sulit bukan memainkan bunyi, namun kesepakatan meletakkan bunyi sesuai karakter yg dibutuhkan dari setiap komposisi

Menterjemakahkan secara filosofis kepada setiap generasi berbeda, bahwa komposisi musik & lagu yang saya ciptakan bersifat linier ,  berbeda dng karakter di era kekinian yg cenderung repetitive, dimana melodi sebatas pelengkap komposisi yg lebih dominan mengeksplor ruang.

Orang awam membahasakannya: lagu2 di era saya bersandar pada struktur melodi/syair,  sementara di era sekarang upaya memperkaya arransemen/bunyi. “lagu2 jaman dulu lebih enak dibanding jmn sekarang“;  ini keliru berkesimpulan, yg benar adalah: lagu dijaman dulu bisa u/ bersiul tanpa musik,  sekarang sulit

Musisi sekarang lebih agresif, atraktif menjelajahi tehnik scale , sekaligus upaya personifikasi, musisi dulu membangun dinamika komposisi yg linier. Penjelasan linier > subuh adalah intro, verse adalah tampilnya ufuk, reffrein itu pagi, interlude itu siang hari & seterusnya hingga maghrib & malam,  secara semiologi > Subuh kita ngulet, Pagi sikat gigi, sarapan, Siang sibuk kerja, Sore perjalanan pulang, Maghrib sampai rumah, Malam istirahat

lat3

Berbeda dng paradigma saat ini: tidak harus sarapan setelah subuh, bahkan tidak harus diawali subuh untuk menuju siang hari, tidurpun tidak harus malam dst.

Kerja2 kolaboratif apa saja yg diawali pemahaman pada detail serta makna yg benar, akan membuahkan hasil yg optimal

 

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara