manipulasi fakta seni

gb44

Banyak musisi dan penyanyi yang dibesarkan lewat kerja-kerja kolektif, banyak dari mereka yg kini lupa diri,  ke-mana2 menampilkan potret manipulasi dan nggak tau malu.

Tidak ada pengakuan ilegal yg diucapkan namun tak ada pula upaya untuk meluruskan fakta saat ranah publik penuh sesak dengan berbagai kekeliruan informasi dan data. Bermain diwilayah abu2 dihadapan generasi instan yg buta pada akar peristiwa. Diperburuk oleh fakta dimasa lalu: “jauh karya dari hak cipta” , maka tak ada ‘legal standing’ sebagai alat bukti legitimasi

Semua diserahkan pada mekanisme Etika, tapi apa lacur … jangan lagi etika, NORMA sebagai penyangganya saja nyaris sudah tak ada ditempatnya semula

Kritik adalah alat koreksi untuk melakukan perbaikan, namun jika kritik dipandang identik dng kebencian, yg terjadi adalah pembodohan. Lebih berguna KRITIK selagi orang masih bernafas, daripada PUJIAN saat sudah mati, krn takkan membawa dampak apa2 lagi

Perjuangan itu pelaksanaan dari kata2, pahami terlebih dahulu substansi dari perjuangan yg hendak dilakukan, sebelum kita bermain dengan kata2 [rendra]

 

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara