roda2 terus berputar?

hidup itu roda yang berputar … deskripsinya gimana? kan bukan roda pedati , ojek atau lamborghini yang dimaksud , itu kalimat metafora , perlu penjelasan / uraian , resultant yg sederhana agar bisa dipahami utuh sepenuhnya. Main2 kata mutiara juga kudu ngerti isinya , gagasan dipikiran harus disertai dengan menemukan cara , jangan jadi simbol obsesi yang hanya pengen bisa ber-retorika

hipotesanya: mereka yang pernah mengalami sendiri kesulitan yang sama yang dapat menyimpulkan secara lebih obyektif kesalahan2 yg sama pula untuk dihindari diperiode berikutnya. Kebanyakan sering nggak peduli dengan itu semua , yang dilihat hanya realita apa yang tampak kasat mata. Orang sukses berarti dia sudah benar [padahal korupsi] , orang yang susah berarti dia salah [padahal pengen jujur].

selain itu tidak diperhitungkannya sukses itu identik dng posisi didalam roda yg segera akan meluncur kebawah , demikian juga sebaliknya. Ini baru satu persoalan tentang orang sebagai obyek yang saya tempatkan ada dilingkaran roda , belum lagi persoalan dimana roda itu bergulir … dijalan yg mulus atau disawah yang baru mau dibajak , atau bisa juga jangan2 roda itu yang macet karena seret lalu diam nggak ber putar2 , kalau begitu judulnya : hidup itu roda yang seret lalu jadi macet

“ah anak kecil, kamu ngerti apa”; itu kalimat arogan orang tua yg bukan saya

kelihatannya tampak sederhana , hanya persoalan istilah hidup yang seperti roda berputar , lalu membayangkan roda beneran yang diisi angin dipompa … itu watak instan yg jadi perilaku orang indonesia sekarang

atau males capek2 mikir karena otak udah bising dng bermacam jenis persoalan yang nggak ada mutunya , lalu digiring saja kesudut olok-olok untuk dijadikan bahan tertawa … biar nggak tau apa2 yg penting hati senang bahagia

hidup jangan boros di usia , itupun dipahami keliru , dipikir itu sebatas urusan wajah yg tampak lebih tua dari lazimnya. Boros usia bisa dimaknai: otak yang dibiarkan idle lama , sementara kebutuhan mengisi jam terbang nggak bisa ditunda2 , kualitas otak keburu tua lalu disaat menutup buku catatan kebudayaan hidupnya hanya dengan nilai 5 , pas2an . Jelas nggak akan bisa meninggalkan warisan apa2 selain hanya menuh2in kuburan

warisan? seperti apa warisan yg dipahami orang dijaman sekarang ini , sudah tak menyentuh definisi warisan yg dipahami secara spiritual ataupun filsafat

bisa saja orang berkata : “ah .. itu kan ada bidangnya masing2″… orang sudah buta dalam artian segala2nya , dipikir persoalan spiritual dan filsafat sudah selesai dikebon masa silam , ketika fakta hari ini menampilkan kebuntuan barulah panik saling bertanya satu sama lain “ada apa nih” , jelas pula nggak akan ditemukan jawabnya ketika semua orang sudah kebingungan soal ‘ada apa’

semakin banyak yang taat menjalankan ibadah semakin banyak pula orang yang membentur tembok2 bisu , saling menyalahkan hingga saling menghujat mengharamkan satu sama lainnya. Apa artinya beribadah jika terlepas dari persoalan filsafat spiritual , itu ibarat pengemudi yang taat pada goggle map namun tak peka pada bencana alam yg sewaktu2 bisa terjadi didepannya

spritual itu dari kata spirit , yg berhubungan dengan kehendak ‘ruh’ sesuai fungsinya untuk melengkapi jiwa , sedangkan filsafat adalah pengetahuan untuk mencapai kebenaran yang asli , itu semua yang kita pahami dng sebutan hakekat . Jadi bagaimana mungkin orang wajib rajin beribadah , agar paham ttg kalimat2 syariat dan hakekat namun tak terlatih untuk mengasah nalar filsafat spiritualisnya … ilmu menghapal dong itu namanya

Ya Tuhan … “alakadabra syailala bhulelenga dujdujnene” … ah kamu , itu kan hapalan yang selalu kamu sampaikan pada-KU kalau kamu lagi susah! , kalau lagi senang dan nggak susahpun kamu jadikan itu seperti panggung selebrasi yang butuh lampu dan kamera

taukah kita .. bahwa ajaran apapun yang tidak mampu menjawab persoalan hidup manusia … akan pudar karena kehilangan umatnya , kehilangan umatnya karena ditinggalkan oleh umatnya , ditinggalkan oleh umatnya karena dikhianati oleh para ulamanya sendiri

hidup bagai roda berputar … mengantar setiap kita ketempat tujuan yang terakhir , tak ada yang tau siapa dan kapan giliran bagi setiap orang sebab jumlah usia bukan ketentuan. Ajaran bisa ‘rusak’ hanya tinggal sejarah bagi julukan masa silam , namun filsafat spiritual menuntun jiwa ke -haribaan-NYA

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara