jangan minder jangan juga ge’er

upaya mempertegas sosok musik indonesia tidak harus meng-etnik2kan pop yang kontemporer lalu mengawinkannya lewat media musik tradisional , meskipun tidak ada yang melarang itu. Bagi saya upaya2 seperti itu hanya menyentuh tataran kulit luar saja , membangun dinamika melalui sensasi2 ritmis yang sarat dengan kejutan surprise. Harap diketahui … bahwa kejutan hanya berlaku sekali / singkat dan sementara , tidak pernah ada kejutan yang berhasil ber’ulang2kali dilakukan dengan cara sama

karakter musik dari wilayah manapun , barat amerika atau eropa , africa hingga timur , terwakili melalui bahasa rasa / frasa , kesatuan antar bunyi alat musik yang mendukung progresi nada2 unique spesifik untuk menopang thematik yang disampaikan lewat syair kata2. Kita bisa menggunakan metode apa saja lewat paradigma komposisi apa saja sejauh intro sampai coda adalah sebuah paragraf estetik yang runut tertata dengan baik , bukan seperti orang yang harus berteriak interupsi setiap saat , mematahkan konstruksi suasana yang tengah dibangun supaya disebut dinamis dan progresif

tulisan ini guna menemukan alasan2 yg bisa kita katagorikan definitif , ketika kita dihadapkan pada ‘keberpihakan’ yg harus dipilih.

menilai musik pop indonesia jangan menggunakan kacamata pop barat amerika/eropa , ya sudah pastinya sejauh jarak bumi dan langit , tetapi kondisi tersebut bisa saja berbalik 180 derjat jika menggunakan kacamata karakteristik yg suatu ketika mampu merebut simpati global [sentimen positif] , gunakan perspektif dari upaya2 setiap orang / bangsa untuk menampilkan identitas jati dirinya. Kemudian , karena musik pop adalah bagian dari aktivitas industri … maka gunakan keberpihakan ekonomi

psikososial : setiap saat orang indonesia / musisi pd umumnya membicarakan persoalan musik , maka ada semacam ‘upaya’ untuk menghindari topik bahasan yg bisa mengarah ke ‘comparison’ atau memperbandingkan dengan musik2 barat yg notabene adalah alasan utama musik indonesia influenced , lalu menjadi phobia

kita lupa bahwa musik pop dimuka bumi ini berada disatu ruang yang sama , kita wajib membangun rasa percaya diri saat berdampingan dengan musik2 pop dari kebudayaan2 yang jauh lebih maju. Namun , rasa percaya diri juga harus disertai alasan/motivasi yg bisa kita pertanggung-jawabkan sendiri , jangan sekedar ge’er nggak keruan karena merasa sudah mampu menguasai pola2 instrumentasi.

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara