budaya ‘mie’ jilid 1

budaya instan itu kebiasaan ‘terima jadi’ , artinya nggak pernah tahu bagaimana segala sesuatu ketika berproses ‘menjadi’ . Maka ketika kebutuhan yang di supply ‘terima jadi’ tersebut tak ada lagi , otomatis jadi bingung bagaimana caranya untuk bisa menelusuri persoalan2 yang dihadapi.

berpikir ilmiah saja sudah keliru sewaktu menempatkan fakta2 obyektifnya, dengan sendirinya keliru dalam mengkatagorikan jenis persoalan , katagori persoalan yang keliru koq di analisa bagi kebutuhan mengatasi persoalan yg berbeda , apalagi kemudian disimpulkan , kalau sampai tahap kesimpulannya sudah salah semua lalu tinjauan verifikasinya pakai apa? … *ya pakai sedapatnya* … makanya ngawur

begitu tersesat … Tuhan dibawa2 , itu cobaan hidup , ikhlaskan saja semuanya dengan tawakal , katanya … pret … *Tuhan tidak ber-urusan dng kebodohan kita sendiri*

Tuhan tidak berurusan dengan upaya manusia tapi dengan hasil yg dicapai manusia [baik/buruk , pahala atau dosa] . Kita boleh2 saja memohon agar diberi kekuatan u/ menghadapi persoalan , itu urusannya dengan mempertebal keyakinan / sugesti. Orang yang pandai berkamuflase , pandai memutar balik fakta , pandai menebar fitnah dan kebohongan hanya untuk kepuasan diri , namun penampilannya sempurna , tutur katanya bijaksana , mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan orang lain …. tahukah apa itu [?] … psikopat , alias kelainan/gangguan jiwa , agama itu bukan Tuhan , itu hal pokok yang mendasar .

Memang sudah keterlaluan ajaran2 agama yang disesatkan tersebut , karena Tuhan tidak bisa disesatkan … ya di fait accomply saja , atas nama tuhan , tuhan yang mana nih? yang ngadep ke utara [glodok dan sekitarnya] atau yang ada dimana2 , wong sifat2 Tuhan itu ada didalam diri kita sendiri tergantung mau dikhianati atau dipatuhi , bilang saja a/n diri sy sendiri tp sy pertanggung jwabkan ke Tuhan , misalnya


agama itu sistim kekuasaan yang tidak pernah salah , yang salah itu umat agamanya itu sendiri yang keliru mengimplementasikan kekuasaan a/n Tuhan . Umat muslim dinegri ini adalah mayoritas penduduk , oleh karenanya sebagai mayoritas harus pandai karena ada fungsi mengayomi minoritas … kalau nyatanya sebagai mayoritas kita mmg terpuruk … apa dong namanya . Islam jadi berubah menakutkan orang … karena tampil dengan wajah beringas yg mencerminkan … *apa dong namanya* ah , nanya melulu kayak tamu

  

About the Author

bukan siapa2 ... hanya seniman yang berharap bisa ada dimana-mana

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

elektronik sigara